Jakarta – Setelah mundurnya Gus Miftah dari posisi sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, dukungan kepada Gus Farkhan Evendi terus menguat. Kali ini, Pengasuh Pondok Pesantren Al Istiqomah Bandung, KH Ali Imron, menyatakan harapannya agar Gus Farkhan dipercaya mengisi posisi strategis tersebut.
Menurut KH Ali Imron, Gus Farkhan memiliki kompetensi yang mumpuni di bidang kerukunan beragama dan pembinaan sarana keagamaan, sejalan dengan tuntutan jabatan tersebut. Ia mengutip pandangan Imam Al-Ghazali untuk menegaskan pentingnya peran pemimpin yang menggabungkan kekuatan agama dan politik dalam menjaga stabilitas masyarakat.
“Al Imam Al-Ghazali mengatakan, memperjuangkan kebaikan ajaran agama dan mempunyai kekuasaan politik adalah saudara kembar. Agama adalah dasar perjuangan, sedangkan kekuasaan politik adalah pengawalnya,” ujar KH Ali Imron.
Sementara itu, dukungan lain datang dari Soleh Sofyan, pengurus harian Lembaga Dakwah PBNU. Ia memuji langkah Gus Miftah yang memilih mundur dari jabatan tersebut sebagai tindakan yang bijaksana, terutama setelah insiden yang melibatkan kritik dari masyarakat.
“Keputusan Gus Miftah yang mundur dari jabatan sebagai utusan khusus presiden bidang kerukunan beragama dan pembinaan sarana keagamaan menurut saya ini tindakan sangat bijak,” katanya.
“Apalagi sudah didahului dengan meminta maaf secara langsung kepada penjual es teh dengan sowan ke rumahnya. Ini menunjukkan Gus miftah menyadari kesalahannya dan siap mengambil konsekuensi risiko yang dia perbuat,” lanjut Soleh Sofyan.
Dengan rekam jejak Gus Farkhan yang dikenal memiliki hubungan baik dengan tokoh agama nasional, serta pemahaman mendalam tentang keagamaan dan kerukunan, banyak pihak optimis ia akan mampu melanjutkan tanggung jawab besar ini.







