• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Opini

Koridor Satwa Halimun Salak: Solusi Alam untuk Krisis Planet Tiga Dimensi

Oleh: Galih Kartika Sari, Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, IPB University

musa by musa
04/12/2024
in Opini
0
Koridor Satwa Halimun Salak: Solusi Alam untuk Krisis Planet Tiga Dimensi

Dok. TNGHS

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menghadapi Triple Planetary Crisis dengan Nature-Based Solutions (NBS): Pelajaran dari Koridor Satwa Gunung Halimun Salak

Pada era sekarang ini, dunia tengah menghadapi ancaman besar yang dikenal sebagai triple planetary crisis, yaitu krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi. Ketiga tantangan tersebut saling terkait dan memerlukan solusi terintegrasi yang mampu menjawab kompleksitasnya. Krisis iklim misalnya, keberadaan dapat mempercepat perubahan lingkungan yang ekstrem, seperti peningkatan suhu global, perubahan pola curah hujan, dan bencana alam yang lebih sering terjadi. Di sisi lain, kehilangan keanekaragaman hayati memperburuk ketahanan ekosistem terhadap perubahan ini, sementara polusi baik udara, air, maupun tanah memperparah kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia. Ketiganya menciptakan lingkaran setan yang memperburuk kerentanan ekosistem dan masyarakat.

Terdapat berbagai pendekatan untuk mengatasi krisis tersebut, Nature-Based Solutions (NBS) salah satunya. Pendekatan tersebut semakin mendapatkan perhatian belakangan ini. Nature-Based Solutions (NBS) merupakan pendekatan yang diharapkan menjadi solusi dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati dan ekosistem untuk mengatasi berbagai krisis lingkungan. Selain itu, pendekatan ini juga sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

Pada konteks Indonesia, koridor satwa di Gunung Halimun Salak merupakan contoh nyata bagaimana pendekatan ini dapat diterapkan, khususnya melalui perluasan upaya konservasi yang berfokus pada keberlanjutan ekologi dan kesejahteraan masyarakat. Wilayah tersebut merupakan rumah bagi berbagai spesies endemik seperti macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) dan owa Jawa (Hylobates moloch). Namun, fragmentasi habitat akibat deforestasi, pembangunan infrastruktur, dan aktivitas manusia lainnya mengancam keberlangsungan satwa liar dan ekosistem di Upaya ini. Oleh karena itu, koridor yang menghubungkan ekosistem Gunung Halimun dan ekosistem Gunung Salak tersebut menjadi salah satu pejuang dalam gempuran pembangunan tidak ramah ekologi di Pulau Jawa.

 

Nature-Based Solutions: Kunci Pemulihan Lingkungan

Pendekatan yang di tawarkan oleh Nature-Based Solutions (NBS) memanfaatkan kekuatan alam untuk memitigasi dampak krisis lingkungan. NBS berdasarkan beberapa literatur memiliki prinsip diantaranya yaitu berbasis ekosistem, memiliki manfaat sosial dan ekonomi, berpendekatan multidisiplin dan yang terakhir tetapi tidak kalah penting yaitu adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Pembangunan koridor satwa yang menghubungkan ekosistem Gunung Halimun dan ekosistem Gunung Salak tersebut merupakan upaya menghubungkan habitat-habitat terfragmentasi melalui jalur alami. Koridor ini tidak hanya membantu satwa liar bermigrasi dan berkembang biak, tetapi juga memperbaiki fungsi ekosistem, seperti penyediaan air bersih, penyerapan karbon, dan pengendalian erosi.

Manfaat ekologi bukan merupakan manfaat satu-satunya yang diharapkan dari penerapan NBS. Pendekatan NBS juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan masyarakat sekitar wilayah koridor. Pengelolaan berbasis masyarakat melalui ekowisata, agroforestri, atau konservasi berbasis budaya lokal dapat memberikan insentif ekonomi sekaligus mendorong pelestarian alam. Selain itu, peran pemerintah dalam mendorong pengelolaan koridor satwa dapat dilakukan dengan mekanisme insentif berbasis konservasi. Di TNGHS, keterlibatan para pihak khususnya komunitas lokal seperti masyarakat adat Kasepuhan sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara konservasi dan kesejahteraan manusia.

 

Perluasan Upaya Konservasi: Solusi untuk Masa Depan

Pengelolaan koridor satwa di TNGHS dan sekitarnya nantinya dapat mendukung upaya konservasi. Upaya konservasi yang lebih luas tidak hanya menyediakan habitat yang memadai bagi satwa liar, tetapi juga meningkatkan kapasitas Upaya untuk menghadapi dampak perubahan iklim dan ancaman lainnya.

Namun, perluasan upaya konservasi sering kali dihadapkan pada tantangan seperti konflik lahan, ketidakpastian hak kepemilikan, dan kurangnya dukungan dari masyarakat lokal. Oleh karena itu, pendekatan partisipatif menjadi kunci. Pelibatan para pihak diantaranya pemerintah, masyarakat adat, akademisi, dan organisasi non-pemerintah  dalam proses perencanaan dan pengelolaan, perluasan upaya konservasi dapat dilakukan secara adil dan berkelanjutan.

 

Kesimpulan

Triple planetary crisis bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang untuk mengembangkan pendekatan inovatif yang mendukung keberlanjutan. Kasus koridor satwa di TNGHS menunjukkan bahwa nature-based solutions dan perluasan upaya konservasi dapat menjadi kunci untuk melindungi keanekaragaman hayati, memitigasi perubahan iklim, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun dibutuhkan komitmen yang kuat dan kolaborasi yang inklusif, agar alam dapat dijadikan sebagai sekutu utama dalam menghadapi tantangan global ini.

Indonesia, dengan kekayaan alamnya yang luar biasa, memiliki peluang besar dalam penerapan NBS. Namun, langkah ini hanya akan berhasil jika para pihak pemerintah, masyarakat, dan dunia internasional bekerja bersama untuk melindungi masa depan planet kita.

Previous Post

50 Perusahaan AS Puji Langkah Tegas Pemerintah Indonesia dalam Pemberantasan Korupsi

Next Post

Muh Haris: Harapan Besar PNBP Indonesia ada di Sektor Pertambangan

musa

musa

Related Posts

liverpool
Olahraga

Anfield Tak Bertuah Lagi, MU Tumbangkan Liverpool 2-1!

20/10/2025
profMuhammad Iqbal, Ph.D Psikolog
Opini

Di Balik Jas Diplomat: Ada Luka yang Tak Terlihat

31/07/2025
Selat Hormuz
Opini

Iran Tutup Selat Hormuz, Barat Merengek Damai!

24/06/2025
iran
Opini

Iran Selangkah di Depan, AS–Israel Kehilangan Arah

23/06/2025
sopir
Opini

Negara, Jalanan, dan Para Sopir yang Ditumbalkan

21/06/2025
bojonegoro
Opini

Bojonegoro Siap Melonjak! KEK & Industrialisasi di Ambang Pintu

16/06/2025
Next Post
Muh Haris: Harapan Besar PNBP Indonesia ada di Sektor Pertambangan

Muh Haris: Harapan Besar PNBP Indonesia ada di Sektor Pertambangan

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.