Jurnal Pelopor – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, selama lebih dari empat jam memicu bencana banjir dan tanah longsor pada Jumat (30/10/2026) pagi. Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, sementara fasilitas pendidikan dan akses jalan ikut terdampak.
Hujan dengan intensitas tinggi dilaporkan terjadi sejak tengah malam hingga pagi hari. Kondisi tersebut menyebabkan debit air Kali Tengah meningkat drastis hingga meluap ke jalan raya, permukiman warga, dan lingkungan sekolah di Desa Munjungan.
Relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Sumbreng, Munjungan, Hanung Kurniawan mengatakan, banjir mulai terjadi pada Jumat pagi setelah hujan turun berulang kali sepanjang malam.
“Tengah malam itu hujan cukup deras, kemudian reda sesaat, hujan lagi, terus sampai pagi,” kata Hanung.
Sekolah Terendam, Aktivitas Belajar Terganggu
Luapan air Kali Tengah mengakibatkan sejumlah fasilitas umum terendam. Salah satunya SDN 1 Munjungan yang dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air lebih dari 20 sentimeter.
Kondisi tersebut membuat aktivitas pembelajaran di sekolah terganggu. Selain itu, genangan air juga menutup jalur di depan SMPN 1 Munjungan. Lokasi tersebut diketahui menjadi salah satu titik yang kerap mengalami banjir.
Banjir tidak hanya mengganggu aktivitas pendidikan, tetapi juga berdampak terhadap mobilitas warga yang melintasi kawasan tersebut.
Longsor Timpa Sejumlah Rumah Warga
Selain banjir, hujan deras juga memicu tanah longsor di beberapa titik wilayah Kecamatan Munjungan. Berdasarkan laporan sementara KSB Sumbreng, longsor terjadi di Desa Masaran dan Desa Sobo.
Di Desa Masaran, tebing di kawasan permukiman dilaporkan longsor dan menimpa rumah milik warga bernama Bonasi dan Aminah. Kerusakan kedua rumah tersebut disebut cukup parah.
Sementara itu, di Desa Sobo, longsoran tanah menimpa rumah milik Tukiman. Tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan, bencana tersebut juga berdampak terhadap jaringan kelistrikan.
Salah satu tiang listrik PLN di desa tersebut roboh hingga menutup jalan utama. Akibatnya, pasokan listrik di wilayah setempat mengalami pemadaman.
BPBD Lakukan Penanganan Darurat
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan, tim relawan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Pendataan terhadap wilayah terdampak juga masih berlangsung karena laporan kejadian terus diperbarui dari lapangan.
Pihak BPBD mengutamakan keselamatan warga, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi rawan banjir dan longsor. Evakuasi akan dilakukan apabila kondisi di lapangan dinilai membahayakan keselamatan warga.
“Data masih bergerak, untuk rincian wilayah yang terdampak masih kami update di lapangan. Kami mengutamakan keselamatan warga, jika memang harus ada yang dievakuasi akan dievakuasi,” kata Triadi.
Hingga Jumat pagi, petugas masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik terdampak. Warga diimbau tetap waspada mengingat hujan deras berpotensi memicu banjir dan longsor susulan.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






