Jurnal Pelopor – Pelatih Java United, Fabio Lefundes, melayangkan protes kepada Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, setelah timnya bermain imbang 1-1 melawan Isenmulang FC. Ia mempertanyakan keputusan wasit sekaligus meminta PSSI lebih cermat dalam menentukan perangkat pertandingan BRI Super League 2026/2027.
Pertandingan pekan keenam tersebut berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (20/10/2026). Hasil imbang itu membuat Java United gagal meneruskan tren kemenangan yang sebelumnya mereka bangun.
Lefundes Pertanyakan Keabsahan Gol Isenmulang FC
Usai pertandingan, Lefundes menyoroti proses terciptanya gol Isenmulang FC. Pelatih asal Brasil tersebut menilai terdapat pelanggaran sebelum gol tercipta. Namun, setelah melalui peninjauan video assistant referee (VAR), wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Keputusan itu memicu kekecewaan Lefundes. Ia kemudian menyampaikan pesan kepada Yoshimi Ogawa agar Komite Wasit PSSI mengevaluasi penunjukan wasit untuk pertandingan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Saya sebetulnya selalu berhati-hati dalam berkomentar, tetapi rasanya saya ingin bicara dengan Mr. Ogawa. Mr. Ogawa, tolong jangan jadikan pertandingan kami sebagai bahan uji coba,” ujar Lefundes seusai laga.
Pernyataan tersebut menunjukkan kekhawatiran Lefundes terhadap kualitas kepemimpinan wasit. Meski demikian, penilaian mengenai keputusan pertandingan tetap perlu mengacu pada evaluasi resmi perangkat pertandingan.
Soroti Pengalaman Wasit Bangkit Sanjaya
Lefundes juga menyoroti penunjukan Bangkit Sanjaya sebagai pengadil utama pertandingan Isenmulang FC kontra Java United. Menurutnya, penunjukan tersebut terasa janggal karena Bangkit belum pernah memimpin pertandingan BRI Super League pada musim ini.
Sebelumnya, Bangkit disebut lebih banyak bertugas di kompetisi kasta kedua. Lefundes menilai pertandingan pada pekan keenam kompetisi tertinggi membutuhkan wasit yang memiliki pengalaman dan kesiapan memadai.
“Anda tidak bisa memilih wasit yang bahkan belum pernah bertugas di Liga 1 musim ini untuk memimpin di pekan keenam,” kata Lefundes.
Ia menilai kualitas kepemimpinan wasit dapat memengaruhi jalannya pertandingan. Karena itu, ia meminta Komite Wasit PSSI mempertimbangkan rekam jejak dan kesiapan perangkat pertandingan sebelum memberikan penugasan.
Minta PSSI Evaluasi Penugasan Wasit
Lebih lanjut, Lefundes meminta Yoshimi Ogawa meninjau kembali sistem penunjukan wasit. Menurutnya, sepak bola Indonesia membutuhkan perangkat pertandingan berkualitas agar kompetisi berjalan dengan baik dan keputusan di lapangan dapat dipertanggungjawabkan.
“Tolong sampaikan pesan kepada Mr. Ogawa. Minta beliau untuk meninjau kembali penugasan perwasitan ini dan tidak asal menempatkan wasit di pertandingan karena kita membutuhkan kualitas,” ujarnya.
Lefundes menegaskan bahwa perkembangan sepak bola tidak hanya bergantung pada pemain dan pelatih. Wasit juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pertandingan, menegakkan aturan, dan memastikan kompetisi berlangsung secara adil.
Java United Gagal Lanjutkan Tren Kemenangan
Hasil imbang melawan Isenmulang FC membuat Java United gagal meneruskan tren positif. Sebelum pertandingan tersebut, Laskar Kepodang Emas berhasil meraih dua kemenangan beruntun di BRI Super League 2026/2027.
Selanjutnya, Java United dijadwalkan bertandang ke markas Persijap Jepara. Laga itu menjadi kesempatan bagi Gustavo Franca dan rekan-rekannya untuk kembali meraih kemenangan sekaligus menjaga persaingan di klasemen.
Kini, perhatian juga tertuju pada respons Komite Wasit PSSI terhadap kritik Lefundes. Evaluasi terhadap kepemimpinan wasit diharapkan dapat memperkuat kepercayaan klub terhadap penyelenggaraan kompetisi.
Menurut Anda, apakah PSSI perlu mengevaluasi penunjukan wasit secara lebih ketat agar kualitas dan keadilan pertandingan BRI Super League semakin terjaga?
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







