Jurnal Pelopor – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menanggapi meninggalnya seorang aparatur sipil negara (ASN) saat mengikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad).
Tito mengatakan peserta yang memiliki penyakit atau merasa kondisi kesehatannya tidak memungkinkan sebaiknya tidak memaksakan diri mengikuti program Komcad. Pernyataan tersebut disampaikan setelah seorang ASN Kementerian Ekonomi Kreatif meninggal saat menjalani pelatihan.
Peserta Diminta Tidak Memaksakan Diri
Tito menyampaikan bahwa calon peserta perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan sebelum mengikuti rangkaian pelatihan. Menurut dia, kondisi kesehatan menjadi salah satu faktor penting karena kegiatan Komcad melibatkan latihan fisik dan aktivitas militer.
“Kalau ada yang merasa ada penyakit, ya janganlah ikut, dipaksakan masuk Komcad,” ujar Tito di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).
Ia juga menyebut kemungkinan peserta telah memiliki kondisi kesehatan tertentu sebelum mengikuti pelatihan. Namun, Tito menggunakan kata “mungkin” dan tidak menyatakan kondisi tersebut sebagai penyebab pasti kematian.
Seleksi Kesehatan Menjadi Perhatian
Tito menjelaskan bahwa calon peserta Komcad harus menjalani pemeriksaan kesehatan ketika mendaftar. Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi kesehatan umum calon peserta.
Menurutnya, tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam proses rekrutmen. Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk memastikan peserta mampu mengikuti program pelatihan yang telah ditentukan.
Karena itu, Tito mengingatkan peserta yang mengetahui adanya gangguan kesehatan agar tidak memaksakan diri. Ia menyebut terdapat risiko apabila seseorang mengikuti latihan dalam kondisi kesehatan yang tidak mendukung.
Keikutsertaan Komcad Bersifat Sukarela
Selain menyoroti pemeriksaan kesehatan, Tito mengingatkan bahwa keikutsertaan warga negara dalam program Komcad bersifat sukarela. Hal tersebut juga berlaku bagi ASN yang mengikuti program tersebut.
Menurut Tito, peserta seharusnya mempertimbangkan kemampuan fisik dan kondisi kesehatannya sebelum mendaftarkan diri. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko selama mengikuti rangkaian latihan dasar militer.
“Tapi jangan sampai nanti dia merasa sakit, dia memaksakan diri ikut Komcad. Ada risiko seperti itu,” kata Tito.
Pemerintah Akan Mengevaluasi Program
Tito mengatakan kasus meninggalnya ASN tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah. Evaluasi tidak hanya menyangkut proses rekrutmen, tetapi juga materi dan pelaksanaan pelatihan.
Menurutnya, pemerintah perlu melihat kembali berbagai aspek dalam penyelenggaraan Latsarmil Komcad. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan pada pelaksanaan program berikutnya.
“Tapi apa pun juga jadi bahan evaluasi dalam rangka rekrutmen dan juga materi pelatihannya,” ujar Tito.
ASN Meninggal Saat Mengikuti Latsarmil
ASN Kementerian Ekonomi Kreatif yang meninggal tersebut diketahui bernama Vanreko Varkas Bagaskara. Ia mengikuti Latsarmil Komcad ASN K/L Gelombang 2 Tahun 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Vanreko sempat mendapatkan penanganan medis setelah kehilangan kesadaran ketika mengikuti rangkaian latihan pada Jumat (25/9/2026).
Sempat Mengeluhkan Pusing
Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa, Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman, menjelaskan bahwa Vanreko sempat mengeluhkan pandangan gelap dan pusing sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat kejadian, Vanreko baru menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil. Ia kemudian bersiap mengikuti sesi latihan kedua sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait. Evaluasi terhadap proses rekrutmen serta materi pelatihan pun akan dilakukan untuk melihat berbagai aspek dalam penyelenggaraan Latsarmil Komcad.
Bagaimana menurut Anda, apakah evaluasi kesehatan dan materi latihan perlu menjadi perhatian utama setelah kejadian tersebut?
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







