Jurnal Pelopor – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pembicaraan antara pejabat AS dan Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB berlangsung baik dan produktif.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump sebelumnya mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, Trump mengatakan pilihannya adalah mencapai kesepakatan dengan Teheran atau mengambil tindakan militer yang lebih jauh.
Trump mengatakan pertemuan antara perwakilan kedua negara berlangsung sekitar tiga jam di New York. Ia juga menyebut pertemuan lanjutan akan digelar dalam waktu dekat.
“Mereka mengadakan pertemuan yang sangat baik, pertemuan yang sangat produktif,” ujar Trump seperti dikutip AFP.
Trump Sebelumnya Ancam Hancurkan Iran
Sebelum adanya kabar mengenai pembicaraan tersebut, Trump menyampaikan pernyataan yang jauh lebih keras terhadap Iran. Dalam pidatonya di PBB, Trump mengatakan dirinya menghadapi keputusan besar terkait perang dengan Iran. Ia membuka dua kemungkinan, yakni mencapai kesepakatan atau menghancurkan Republik Islam Iran.
Trump juga memperingatkan bahwa Iran harus mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Ia menuduh Teheran menunda proses diplomasi dan mengaitkan kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan pemilu sela AS yang akan berlangsung pada November.
Namun, Trump tetap menyatakan bahwa jalur diplomasi masih terbuka. Beberapa jam setelah pidatonya, pejabat AS dan Iran justru melakukan pertemuan di New York.
Pertemuan Digelar di Tengah Konflik
Pertemuan tersebut berlangsung ketika hubungan Washington dan Teheran masih berada dalam situasi tegang. Menurut laporan Reuters, Iran sebelumnya menyatakan kesediaan membuka kembali Selat Hormuz apabila AS mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran. Selat tersebut merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak dunia.
Iran juga telah menyampaikan sejumlah syarat melalui mediator. Di antaranya penghentian perang, penghentian tindakan militer AS, pencabutan blokade laut, serta pembukaan kembali akses terhadap aset Iran.
Di sisi lain, pemerintahan Trump tetap menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Persoalan tersebut menjadi salah satu isu utama dalam pembahasan antara kedua negara.
Belum Ada Kesepakatan
Meski Trump menyebut pertemuan berlangsung produktif, belum ada kesepakatan final antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara masih memiliki sejumlah perbedaan terkait penghentian konflik, sanksi, blokade, Selat Hormuz, serta program nuklir Iran.
Karena itu, perkembangan terbaru lebih menunjukkan adanya kembali jalur komunikasi di tengah ketegangan, bukan berarti hubungan AS-Iran telah sepenuhnya membaik. Pertemuan lanjutan yang direncanakan dalam waktu dekat akan menjadi bagian penting dari proses diplomasi kedua negara.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






