Jurnal Pelopor – Sebuah rumah kosong di Dusun Silodono, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, ludes terbakar pada Rabu (2/9/2026) dini hari. Kebakaran yang terjadi saat sebagian besar warga tengah tertidur itu membuat bangunan beserta sejumlah perabotan di dalamnya hangus dilalap api. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta.
Warga Dengar Suara Aneh dari Arah Rumah
Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, suasana kampung relatif sepi karena sebagian besar warga sudah beristirahat.
Kepala Dusun Silodono, Ladi, mengatakan warga sempat mendengar suara berulang dari arah rumah tersebut. Suara itu awalnya dikira berasal dari kabel yang tertiup angin.
Namun, suara tersebut terus terdengar dan tidak kunjung berhenti. Warga kemudian mencoba mengecek sumber suara tersebut. Alangkah terkejutnya mereka ketika mendapati api sudah berkobar di bagian dapur rumah.
“Biasanya bunyi thak-thok-thak-thok seperti kabel kena hembusan angin, tapi tidak berhenti-henti. Akhirnya dicek, ternyata kebakaran,” ujar Ladi.
Api Cepat Membesar
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha melakukan pemadaman secara manual. Mereka menggunakan selang air untuk mencegah api semakin membesar.
Upaya tersebut ternyata tidak cukup untuk mengendalikan kobaran api. Api dengan cepat menjalar dari bagian dapur ke ruangan lain hingga mencapai atap rumah.
Kondisi angin yang cukup kencang juga membuat api semakin sulit dikendalikan. Khawatir kobaran api merembet ke bangunan di sekitar lokasi, warga kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan armada setelah menerima laporan.
Dua Armada Dikerahkan
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. Jarak lokasi kejadian dengan markas Damkar Ponorogo mencapai sekitar 24 kilometer.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 38 menit untuk tiba di lokasi. Saat petugas datang, api masih berkobar sehingga pemadaman dan pelokalisiran langsung dilakukan untuk mencegah api meluas.
Setelah sekitar dua jam dilakukan penanganan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Diduga Akibat Korsleting Listrik
Rumah yang terbakar diketahui merupakan rumah kosong milik keluarga Markun. Rumah tersebut sudah tidak ditempati karena anak-anak pemilik telah menikah dan membangun rumah masing-masing di sekitar lokasi.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi warga agar instalasi listrik di rumah yang jarang atau tidak lagi dihuni tetap diperiksa secara berkala. Rumah kosong bukan berarti bebas dari risiko kebakaran, terlebih jika aliran listrik masih tersambung.
Sebelum menangani kebakaran rumah tersebut, petugas Damkar Ponorogo juga sempat menangani kebakaran lahan tebu di Desa Brahu, Kecamatan Siman, pada Selasa (1/9/2026) malam sekitar pukul 22.45 WIB.
Sehari sebelumnya, kebakaran juga terjadi pada sebuah kandang milik Jemikan di Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak. Peristiwa pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 11.26 WIB itu diduga dipicu pembakaran diang dan menyebabkan kerugian sekitar Rp5 juta.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







