Jurnal Pelopor – Jonatan Christie resmi menduduki peringkat pertama dunia tunggal putra BWF pada pekan ini. Menariknya, pencapaian tersebut justru terjadi ketika jumlah poin yang dimilikinya mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.
Jonatan kini berada di puncak ranking dengan koleksi 87.631 poin. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pekan lalu ketika ia mengantongi 89.231 poin.
Meski memiliki poin lebih banyak pada pekan sebelumnya, Jonatan hanya menempati posisi ketiga dunia. Ia berada di bawah Shi Yuqi dan Kunlavut Vitidsarn yang ketika itu menguasai dua posisi teratas.
Poin Jonatan Berkurang 1.600
Penurunan poin Jonatan terjadi karena adanya perubahan hasil turnamen yang masuk dalam perhitungan ranking BWF. Poin perempat final Kejuaraan Dunia 2025 sebesar 8.200 poin harus keluar dari catatan.
Poin tersebut kemudian digantikan oleh hasil perempat final Kejuaraan Asia 2026 yang bernilai 6.600 poin. Perbedaan 1.600 poin inilah yang membuat total koleksi Jonatan turun pada pekan ini.
Namun, penurunan tersebut tidak menghalangi Jonatan untuk naik ke posisi teratas. Justru perubahan poin para pesaing utamanya membuat persaingan di papan atas ranking dunia berubah cukup drastis.
Dengan kata lain, Jonatan tidak naik karena memperoleh tambahan poin besar. Ia justru naik karena kehilangan poin lebih sedikit dibandingkan para pesaingnya.
Shi Yuqi Kehilangan Lebih dari 10 Ribu Poin
Perubahan paling besar terjadi pada Shi Yuqi. Pebulutangkis China tersebut sebelumnya berada di puncak ranking dengan koleksi 94.255 poin.
Namun, pekan ini poin Shi Yuqi merosot menjadi 84.075 poin. Artinya, ia kehilangan sekitar 10.180 poin, penurunan yang membuat posisinya langsung tergeser dari puncak ranking dunia.
Situasi tersebut terjadi setelah Shi Yuqi gagal mempertahankan performanya pada Kejuaraan Dunia 2026. Tahun sebelumnya, ia berhasil menjadi juara dunia, tetapi kali ini langkahnya justru terhenti pada babak pertama.
Poin besar sebagai juara dunia tahun sebelumnya akhirnya terhapus dari perhitungan. Hasil tersebut kemudian digantikan oleh poin Singapore Open, termasuk hasil babak 16 besar yang bernilai 4.320 poin.
Kunlavut Vitidsarn Juga Turun
Kunlavut Vitidsarn juga mengalami penurunan poin yang cukup signifikan. Sebelumnya, pemain Thailand tersebut mengoleksi 91.215 poin dan berada di posisi kedua dunia.
Kini, jumlah poin Kunlavut turun menjadi 86.915 poin. Dengan demikian, ia kehilangan sekitar 4.300 poin dari total koleksinya pada pekan sebelumnya.
Penurunan tersebut tidak terlepas dari hasil yang diraih Kunlavut pada Kejuaraan Dunia 2026. Tahun lalu, ia berhasil mencapai final dan berstatus sebagai runner-up.
Namun, pada edisi tahun ini, Kunlavut hanya mampu melangkah hingga perempat final. Perbedaan pencapaian tersebut membuat poin besar dari Kejuaraan Dunia tahun sebelumnya tidak lagi sepenuhnya bertahan.
Jonatan Naik di Tengah Papan Atas yang Merosot
Kondisi tersebut membuat persaingan di papan atas ranking tunggal putra dunia menjadi sangat menarik. Jonatan yang sebelumnya berada di peringkat ketiga justru mendapatkan keuntungan dari penurunan poin para pesaingnya.
Jonatan kini mengoleksi 87.631 poin, sementara Kunlavut berada di angka 86.915 poin. Selisih keduanya hanya 716 poin, sehingga persaingan di papan atas masih sangat ketat.
Sementara itu, Shi Yuqi yang sebelumnya menjadi pemilik poin tertinggi kini berada di belakang Jonatan setelah kehilangan lebih dari 10 ribu poin.
Situasi ini menunjukkan bahwa peringkat BWF tidak hanya ditentukan oleh jumlah poin yang diraih seorang pemain dalam satu pekan. Sistem perhitungan juga mempertimbangkan poin turnamen sebelumnya yang masuk dan keluar dari periode ranking.
Chou Tien Chen Justru Mengalami Kenaikan
Dari enam pemain yang berada di jajaran teratas, hanya Chou Tien Chen yang mengalami peningkatan jumlah poin pada pekan ini.
Pebulutangkis Taiwan tersebut sebelumnya memiliki 84.280 poin. Kini koleksinya meningkat menjadi 86.580 poin, atau bertambah sekitar 2.300 poin.
Kenaikan tersebut membuat Chou semakin dekat dengan para pemain di papan atas. Selisih poin dengan Kunlavut kini hanya sekitar 335 poin.
Dengan kondisi ranking yang sangat rapat, perubahan hasil satu turnamen saja berpotensi mengubah susunan pemain papan atas. Jonatan pun harus bekerja keras mempertahankan posisinya sebagai pemain nomor satu dunia.
Nomor Satu Dunia dengan Poin Lebih Sedikit
Pencapaian Jonatan menjadi nomor satu dunia dengan jumlah poin yang lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya menjadi gambaran menarik tentang sistem ranking BWF.
Ia bukan sekadar mendapatkan keuntungan dari hasilnya sendiri, tetapi juga dari perubahan poin para pesaing. Terutama Shi Yuqi yang kehilangan poin dalam jumlah sangat besar setelah gagal mempertahankan gelar juara dunia.
Kini, Jonatan memiliki kesempatan untuk mempertahankan posisi puncak tersebut. Namun, dengan selisih poin yang tipis dengan Kunlavut dan Chou Tien Chen, persaingan tunggal putra dunia masih sangat terbuka.
Sumber: CNN Indonesia.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







