Jurnal Pelopor — Performa Tim nasional (Timnas) Indonesia yang menanjak dalam lima tahun terakhir rupanya belum memiliki daya tarik yang cukup di mata rival internasional. Sepanjang periode tersebut, Indonesia nyaris tidak pernah mendapat undangan dari negara lain untuk bertanding dalam kalender internasional FIFA Matchday. Akibatnya, Indonesia lebih banyak bertindak sebagai pihak yang mengundang lawan.
Sejak tahun 2021 atau setelah pandemi Covid-19, tim Merah Putih telah melakoni 69 pertandingan. Dari jumlah tersebut, 28 di antaranya berlangsung di dalam negeri, utamanya di Pulau Jawa.
Sekilas, jumlah pertandingan Indonesia di luar negeri memang terlihat lebih banyak. Namun, mayoritas laga tandang tersebut merupakan bagian dari turnamen resmi, bukan laga uji coba. Indonesia terakhir kali melakoni laga luar negeri dalam kalender uji coba FIFA Matchday pada 11 Juni 2019, saat diundang oleh Yordania.
Selama ini, alasan tim Garuda bisa tampil di luar negeri—jika bukan karena pertandingan tandang sebuah ajang resmi—adalah karena sedang melakukan pemusatan latihan (training center) di negara bersangkutan. Bahkan, setelah Timnas Indonesia memperkuat kedalaman tim dengan kehadiran para pemain naturalisasi, undangan bertanding di negeri orang belum kunjung datang.
PSSI Pilih Cari Lawan Sendiri
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengakui bahwa Timnas Indonesia memang belum mendapat banyak undangan dari negara lain dalam skema FIFA Matchday. Oleh karena itu, PSSI memilih untuk bergerak aktif mencari lawan.
“Di samping memang keinginan kami untuk mengundang beberapa federasi atau tim dari luar, kami juga belum begitu banyak diundang oleh negara lain,” kata Yunus di Jakarta.
“Kalaupun ada, kami harus melihat apakah itu bermanfaat baik bagi PSSI. Dan, selama ini memang kami yang lebih dahulu mengundang beberapa klub dan federasi negara lain untuk datang ke Indonesia,” tambahnya.
Yunus juga mengakui bahwa euforia masyarakat terhadap Timnas Indonesia begitu besar. Atas dasar itulah, keputusan menggelar laga uji coba di dalam negeri menjadi pilihan yang dinilai paling masuk akal bagi industri sepak bola nasional.
Asah Mental di Luar Negeri Menuju Piala Asia 2027
Di sisi lain, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyebut bahwa Jay Idzes dan kawan-kawan justru butuh lebih banyak tantangan di luar negeri. Hal ini dinilai krusial untuk mengasah mentalitas dan adaptasi pemain di bawah tekanan atmosfer pendukung lawan.
Apalagi, Indonesia dipastikan akan berhadapan dengan lawan-lawan tangguh seperti Jepang, Qatar, dan Thailand dalam gelaran Piala Asia 2027 mendatang.
“Kalau ingin mengejar level Jepang atau Qatar, Indonesia harus terbiasa bermain di luar negeri dan menghadapi tekanan pertandingan internasional,” tegas Herdman seusai menghadiri acara pengundian (drawing) grup Piala Asia 2027.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







