Jurnal Pelopor — Pemkot Cimahi resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang melarang siswa membawa ponsel ke lingkungan sekolah. Kebijakan yang berlaku mulai Senin (20/4/2026) ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna mengendalikan penggunaan gawai yang dinilai mulai merusak karakter anak bangsa.
Alasan di Balik Larangan
-
Kasus Purwakarta: Kebijakan ini dipicu oleh keprihatinan mendalam atas video viral siswa yang menghina guru di Purwakarta. Penggunaan ponsel yang tidak terkontrol dianggap menjadi media yang memfasilitasi tindakan tidak beradab tersebut.
-
Fasilitas Sekolah Sudah Memadai: Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, menegaskan bahwa sekolah sudah memiliki fasilitas komputer dan papan interaktif digital untuk kebutuhan belajar IT, sehingga siswa tidak perlu membawa perangkat pribadi.
-
Penguatan Karakter: Larangan ini bertujuan agar siswa lebih fokus pada interaksi sosial nyata dan pembelajaran, serta meminimalisir potensi penyalahgunaan ponsel yang merusak adab.
Solusi Komunikasi Orang Tua dan Siswa
Bagi orang tua yang khawatir tidak bisa memantau anak, Nana memberikan alternatif komunikasi:
-
Grup Wali Kelas: Koordinasi terkait penjemputan atau kegiatan siswa dapat dilakukan melalui grup WhatsApp orang tua dengan wali kelas.
-
Jalur Resmi: Sekolah menyediakan sarana komunikasi jika ada kebutuhan mendesak antara anak dan orang tua.
Harapan Pemerintah
Pemerintah berharap dengan jauhnya anak-anak dari gawai selama jam sekolah, lingkungan pendidikan bisa kembali menjadi tempat yang kondusif untuk pembentukan karakter dan tatakrama.
Catatan Redaksi: Kebijakan ini sejalan dengan pernyataan Ibu Guru Syamsiah (korban di Purwakarta) yang merasa sedih namun memilih memaafkan siswanya. Meski begitu, sanksi edukatif dan regulasi seperti di Cimahi dipandang perlu agar kejadian serupa tidak terulang.
Langkah drastis ini memang menuai pro-kontra, terutama bagi mereka yang menganggap ponsel adalah alat keamanan utama anak. Namun, melihat dampak media sosial terhadap perilaku pelajar belakangan ini, apakah menurut Anda larangan total seperti di Cimahi ini efektif untuk memperbaiki adab, atau justru malah menghambat adaptasi anak terhadap teknologi digital?
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







