Jurnal Pelopor — Di sela-sela kegiatan Women’s Day Run 2026 di Gelora Bung Karno, Minggu (19/4/2026), Cak Imin mengungkapkan kekhawatirannya atas temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengenai cairan vape yang mengandung narkoba. Ia mewanti-wanti agar lembaga pendidikan, khususnya pesantren, meningkatkan kewaspadaan agar tidak “kecolongan”.
1. Ancaman Nyata, Bukan Sekadar Tren
Cak Imin menegaskan bahwa fenomena ini tidak boleh dianggap remeh sebagai sekadar gaya hidup anak muda. Peredaran narkoba melalui liquid vape adalah ancaman serius yang sering kali tidak disadari karena bentuknya yang tersamar.
“Jangan sampai kita lengah, karena ini bisa menjadi pintu masuk baru yang tidak kita sadari, bahkan di lingkungan pesantren yang selama ini kita jaga,” tegasnya.
2. Pendidikan dan Pesantren Harus Jadi Benteng
Lembaga pendidikan diharapkan tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam melakukan pengawasan. Cak Imin meminta agar:
-
Pengawasan Diperkuat: Sekolah dan pesantren harus memastikan area mereka bersih dari peredaran barang berbahaya tersebut.
-
Edukasi Masif: Memberikan pemahaman kepada santri dan siswa mengenai risiko kesehatan serta hukum dari penyalahgunaan vape.
3. Regulasi dan Pendekatan Berbasis Data
Menko Pemberdayaan Masyarakat ini mendorong pemerintah untuk segera merumuskan regulasi yang lebih jelas dan pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran rokok elektronik. Namun, ia juga mengingatkan agar pendekatan yang diambil harus cerdas dan berbasis data.
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Penanganan harus komprehensif melibatkan keluarga, sekolah, hingga aparat penegak hukum.
-
Hindari Kepanikan: Tindakan yang diambil harus tepat sasaran agar tidak menimbulkan keresahan berlebih, namun tetap memberikan perlindungan maksimal.
Sekilas Fakta: Mengapa Vape Narkoba Berbahaya?
Penyalahgunaan vape untuk narkoba (sering kali mengandung sabu cair atau ganja sintetis) sangat sulit dideteksi secara kasat mata karena aromanya yang bisa dimanipulasi menyerupai rasa buah atau makanan. Hal ini membuat pengedar lebih mudah mengelabui guru, orang tua, hingga petugas keamanan.
Upaya Cak Imin untuk melindungi “benteng terakhir” seperti pesantren memang sangat krusial, mengingat pola peredaran narkoba saat ini semakin high-tech.
Menurut Anda, selain razia rutin, apakah perlu ada aturan khusus di tingkat pesantren yang secara tegas melarang penggunaan vape apa pun jenisnya sebagai langkah preventif, atau cukup dengan pengetatan edukasi bahaya narkoba saja?
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







