Jurnal Pelopor — Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi penukaran uang kartal menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 telah mencapai 91 persen dari total yang disiapkan. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 89 persen.
Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menyebut capaian ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menukarkan uang baru untuk kebutuhan Lebaran, mulai dari tradisi berbagi hingga peningkatan aktivitas konsumsi.
Tahun ini, BI menyiapkan total uang kartal sebesar Rp 185,6 triliun, atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Permintaan Tinggi Jelang Lebaran
Lonjakan realisasi penukaran uang tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional. Tradisi pemberian uang baru kepada keluarga, terutama anak-anak, menjadi salah satu faktor utama tingginya permintaan.
Selain itu, peningkatan aktivitas ekonomi seperti belanja kebutuhan Lebaran juga turut mendorong peredaran uang tunai di masyarakat.
BI menilai tren ini sebagai indikator positif yang mencerminkan daya beli masyarakat masih cukup kuat.
Indikator Ekonomi Masih Solid
Menurut BI, tingginya angka penukaran uang kartal sejalan dengan kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil. Aktivitas konsumsi yang meningkat menjelang Lebaran menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Peningkatan ini juga terjadi meskipun jumlah uang yang disediakan tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu, yang menunjukkan permintaan memang tumbuh secara nyata.
Layanan Penukaran Diperluas
Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan, BI meningkatkan paket penukaran uang langsung kepada masyarakat hingga 86 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain melalui perbankan dan layanan digital, BI juga menyediakan layanan penukaran langsung di berbagai titik strategis. Lokasi seperti rest area tol, stasiun, dan pusat keramaian menjadi sasaran untuk memudahkan akses masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi antrean panjang sekaligus memastikan distribusi uang baru lebih merata.
Momentum Perputaran Uang di Masyarakat
Periode Lebaran memang dikenal sebagai salah satu momen dengan perputaran uang tertinggi dalam setahun. Tingginya realisasi penukaran uang menjadi gambaran nyata meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Dengan capaian yang sudah menembus 91 persen, BI optimistis kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai selama Lebaran dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus menjaga kelancaran sistem pembayaran di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







