Jurnal Pelopor – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan sikap ksatria dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas berbagai tindakan anggotanya yang dinilai telah mencederai rasa keadilan masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara buka puasa bersama awak media di Mabes Polri, Rabu (25/2/2026), di tengah mencuatnya beberapa kasus kekerasan dan pelanggaran hukum oleh oknum polisi di berbagai daerah.
Poin-Poin Utama Pernyataan Kapolri
1. Permohonan Maaf dan Penegakan Etika
Kapolri mengakui bahwa masih ada perilaku anggota Polri di lapangan yang tidak sejalan dengan ekspektasi publik. Beliau menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi polisi yang melanggar hukum.
“Kami tidak segan-segan untuk melakukan penindakan tegas untuk menjaga institusi kita tercinta,” tegas Jenderal Sigit.
2. Media sebagai “Jeritan Masyarakat”
Kapolri menginstruksikan seluruh jajaran Polri, dari pusat hingga pelosok, untuk menjadikan pemberitaan media sebagai basis evaluasi. Beliau menekankan bahwa setiap keluhan yang muncul di media adalah aspirasi publik yang wajib direspons dengan cepat.
-
Kontrol Sosial: Jurnalis dipandang sebagai mitra strategis untuk mengawasi kinerja Polri.
-
Respons Cepat: Polisi diminta tidak antikritik dan segera menindaklanjuti laporan masyarakat yang viral atau diberitakan.
3. Perang Terhadap Disinformasi (Deepfake)
Di era teknologi 2026, Kapolri menyoroti ancaman nyata dari Deepfake dan hoaks yang dapat memecah belah bangsa. Beliau meminta media massa menjadi penjernih informasi ( clearing house ) di tengah banjir disinformasi di media sosial.
Instruksi Khusus Kapolri Terkait Kasus Terkini
Sejalan dengan permohonan maaf tersebut, Kapolri juga telah mengeluarkan perintah tegas untuk beberapa kasus spesifik yang sedang menjadi sorotan:
| Kasus / Isu | Instruksi Kapolri |
| Brimob Aniaya Pelajar di Maluku | Usut tuntas, hukum berat, dan tidak ada ampun bagi pelaku. |
| Penyalahgunaan Narkoba | Perintah ke Divpropam untuk melakukan tes urine serentak seluruh polisi se-Indonesia. |
| Kasus Kriminalitas Oknum | Penindakan tegas tanpa pandang bulu untuk menjaga marwah institusi. |
Harapan terhadap Apresiasi Anggota Berprestasi
Selain kritik, Jenderal Sigit juga menitipkan pesan agar prestasi anggota polisi di lapangan tetap diinformasikan kepada publik. Hal ini menurutnya penting untuk memberikan motivasi bagi personel yang telah bekerja maksimal secara jujur dan berdedikasi.
Sikap terbuka Kapolri ini merupakan upaya untuk memulihkan kepercayaan publik (public trust) yang sempat goyang akibat beberapa insiden oknum. Dengan memerintahkan tes urine nasional dan merespons cepat kasus di Maluku, Kapolri ingin menunjukkan bahwa reformasi budaya di tubuh Polri bukan sekadar wacana.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







