Jurnal Pelopor – Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) melalui anggotanya di Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, memberikan kritik tajam terhadap alokasi anggaran pendidikan nasional yang dinilai belum menyentuh akar persoalan, yakni kesejahteraan tenaga pendidik.
Berikut adalah poin-poin utama yang disoroti dalam konferensi pers di Sekolah Partai DPP PDIP pada Rabu (25/2/2026):
1. Tragedi Administrasi: Guru PPPK “Sehari Sebelum Pensiun”
Bonnie menyoroti kasus nyata yang dianggap mencederai rasa keadilan bagi pengajar yang telah mengabdi puluhan tahun:
-
Kasus di Gowa: Seorang guru baru diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tepat sehari sebelum masa pensiunnya tiba.
-
Dampak: Upah dan tunjangan yang diterima setelah pengabdian berpuluh-puluh tahun jauh dari kata layak. Kasus serupa juga menimpa seorang guru bernama Sunarsih di Jawa Tengah.
2. Kritik Alokasi Anggaran Pendidikan
PDIP meminta pemerintah untuk melakukan efisiensi dan meninjau ulang prioritas anggaran pendidikan:
-
Anggaran Program Baru: Bonnie mengingatkan agar anggaran pendidikan tidak melulu tersedot untuk program baru, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), namun justru mengabaikan hak dasar pengajar.
-
Kesenjangan Gaji Dosen: Lebih dari 40% dosen di perguruan tinggi (terutama swasta) masih menerima gaji di bawah Rp3 juta.
3. Tunjangan Lektor Kepala yang “Membeku”
Bonnie mengungkap data mengejutkan mengenai stagnasi tunjangan jabatan fungsional dosen:
-
Tunjangan Lektor Kepala: Hanya sebesar Rp900.000.
-
Stagnasi: Nilai ini diklaim tidak mengalami perubahan signifikan selama hampir 25 tahun. Hal ini dianggap tidak relevan dengan beban kerja dan kenaikan biaya hidup saat ini.
Ringkasan Sorotan Komisi X DPR RI
| Masalah Utama | Fakta Lapangan | Harapan PDIP |
| Kesejahteraan Guru | Pengangkatan PPPK menjelang pensiun (Kasus Gowa & Jateng). | Pengangkatan yang lebih awal dan jaminan hari tua yang layak. |
| Upah Dosen | 40% dosen bergaji < Rp3 juta. | Alokasi dana efisiensi dialihkan untuk gaji dosen. |
| Tunjangan Jabatan | Tunjangan Lektor Kepala Rp900rb (Stagnan 25 tahun). | Penyesuaian nilai tunjangan fungsional secara berkala. |
| Prioritas Dana | Dana pendidikan terserap ke program MBG. | Fokus utama tetap pada guru, dosen, dan kualitas pengajaran. |
Pernyataan Penutup dari Komisi X
Politikus PDIP lainnya, Denny Cagur, menambahkan bahwa Komisi X berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dari anggaran pendidikan benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas sektor pendidikan secara menyeluruh.
Kritik ini muncul di tengah transisi kebijakan anggaran tahun 2026, di mana perdebatan mengenai penggunaan dana pendidikan (fungsi pendidikan 20%) untuk program di luar kegiatan belajar-mengajar primer kembali memanas di parlemen.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







