Jurnal Pelopor – Sebuah laporan investigasi dari Al Jazeera bertajuk “The Rest of the Story” mengungkap fenomena mengerikan di Jalur Gaza. Investigasi tersebut mendokumentasikan setidaknya 2.842 warga Palestina yang “lenyap” tanpa jejak jasad sejak agresi dimulai. Para ahli dan saksi mata mengaitkan hilangnya ribuan nyawa ini dengan penggunaan senjata termal dan bom termobarik yang mampu menghasilkan panas ekstrem.
Senjata yang sering dijuluki sebagai “bom vakum” ini diduga dipasok oleh Amerika Serikat dan digunakan secara sistematis di area padat penduduk.
Mekanisme Kerja Bom Termobarik
Berbeda dengan bahan peledak konvensional yang menggunakan oksidator internal, bom termobarik memanfaatkan oksigen dari udara sekitar untuk menciptakan ledakan suhu tinggi. Berikut adalah tahapannya menurut laporan The Guardian:
-
Penyebaran Aerosol: Muatan pertama menyebarkan awan material halus (bahan bakar karbon atau partikel logam kecil) ke area target.
-
Ledakan Kedua: Muatan kedua menyulut awan tersebut, menciptakan bola api raksasa dan gelombang kejut yang durasinya jauh lebih lama dari bom biasa.
-
Vakum Oksigen: Ledakan ini menyedot seluruh oksigen di sekitarnya, menciptakan ruang hampa udara.
-
Efek Suhu Ekstrem: Suhu yang dihasilkan dapat mencapai lebih dari 3.500 derajat Celcius, yang secara teknis mampu menguapkan jaringan tubuh manusia hingga tak bersisa.
“Kami tidak menemukan apa pun… Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Itu bagian tersulitnya,” tutur Yasmin Mahani, seorang ibu yang kehilangan putranya dalam serangan di sekolah al-Tabin.
Metode Eliminasi Tim Penyelamat
Juru bicara Pasukan Keamanan Gaza, Mahmoud Basal, menjelaskan bahwa tim penyelamat harus menggunakan “metode eliminasi” untuk mengidentifikasi korban di lokasi ledakan:
-
Petugas mencocokkan data jumlah penghuni rumah yang menjadi target dengan jumlah jenazah yang berhasil ditemukan.
-
Jika jumlah jasad tidak sesuai dengan data penghuni, maka warga yang hilang tersebut dianggap telah “menguap” akibat suhu panas senjata tersebut.
Perbedaan Senjata Termal dan Bom Termobarik
Dalam laporan ini, terdapat dua istilah teknis yang perlu dibedakan:
-
Alat Bidik Termal (Thermal Weapon Sight): Teknologi kamera yang mendeteksi radiasi inframerah (panas) untuk membantu tentara membidik target secara akurat dalam kegelapan atau kabut asap.
-
Bom Termobarik: Jenis amunisi yang dirancang untuk menghancurkan struktur bangunan dan personel di dalamnya melalui panas dan tekanan ekstrem.
Konteks Global dan Korban Jiwa
Hingga saat ini, total korban jiwa di Gaza dilaporkan telah melampaui 72.000 orang. Penggunaan senjata yang memiliki efek melenyapkan jasad ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional di wilayah tersebut.
Laporan ini muncul di tengah situasi diplomatik yang dinamis, termasuk isu mengenai keterlibatan Indonesia dalam pengiriman pasukan perdamaian (ISF) dan rencana rekonstruksi Gaza yang sempat disinggung dalam konteks politik luar negeri AS.
Sumber: CNN Indonesia
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






