• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Pandji Tegaskan Materi Mens Rea Bukan Penghinaan

Materi stand-up Pandji dalam Mens Rea memicu kontroversi usai menyinggung Gibran, membuka debat kebebasan berekspresi dan batas humor publik.

musa by musa
03/02/2026
in Jurnal
0
mens rea
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor  –  Komika Pandji Pragiwaksono kembali menjadi perhatian publik setelah materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea menuai kontroversi. Materi tersebut menyinggung sejumlah isu sensitif, termasuk candaan soal penampilan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang kemudian memicu perdebatan soal batas kebebasan berekspresi dan potensi penghinaan.

Candaan yang Memicu Pro dan Kontra

Dalam salah satu bagian materinya, Pandji menyebut Gibran terlihat “ngantuk”. Candaan itu langsung memancing reaksi beragam dari masyarakat. Sebagian menilai humor tersebut masih dalam koridor kritik dan satire politik, sementara yang lain menganggapnya tidak pantas karena menyangkut pejabat negara.

Menariknya, Gibran sendiri justru merespons dengan sikap santai. Ia menegaskan tidak merasa tersinggung dan bahkan meminta agar tidak perlu ada laporan hukum terkait materi tersebut. Sikap ini kemudian menjadi sorotan, karena kontras dengan langkah sejumlah organisasi masyarakat yang tetap melaporkan Pandji ke kepolisian.

Apresiasi untuk Sikap Gibran

Saat memenuhi panggilan di Bareskrim Mabes Polri, Pandji menyampaikan apresiasinya terhadap respons Gibran. Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan pemahaman terhadap dunia seni dan budaya pop, termasuk stand-up comedy sebagai produk ekspresi generasi muda.

Pandji menilai, sebagai wakil presiden dari generasi milenial, Gibran mampu melihat humor politik sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Baginya, penerimaan semacam ini penting agar ruang berekspresi tetap terbuka, tanpa harus selalu berujung pada proses hukum.

Fokus Materi: Edukasi Hukum dan Sosial

Pandji menegaskan bahwa inti dari materi Mens Rea bukanlah penghinaan terhadap individu tertentu. Ia menyebut, fokus utama pertunjukan tersebut adalah membahas konsep mens rea dalam hukum pidana, termasuk isu Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Melalui pendekatan komedi, Pandji ingin mengajak masyarakat awam lebih sadar terhadap praktik bisnis ilegal dan dampaknya. Penyebutan nama tokoh publik, menurutnya, hanya bagian kecil dari narasi yang lebih besar dan bukan sasaran utama kritik.

Hal ini juga ia sampaikan saat ditanya soal penyebutan nama Raffi Ahmad dalam materi tersebut. Pandji menegaskan tidak ada komunikasi khusus dengan Raffi dan menilai penyebutan itu bukan inti dari pembahasan yang ia angkat.

Soal Desakan Permintaan Maaf

Terkait desakan agar ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, Pandji mengaku masih bingung. Ia mempertanyakan kesalahan spesifik apa yang harus ia sesali, mengingat proses hukum masih berjalan dan belum ada kesimpulan resmi.

Menurut Pandji, dialog seharusnya menjadi langkah awal sebelum tuntutan permintaan maaf disuarakan. Dengan komunikasi yang terbuka, ia yakin duduk perkara bisa dijelaskan secara lebih jernih tanpa memperkeruh suasana.

Tetap Berkarya di Tengah Laporan

Meski menghadapi sejumlah laporan hukum, Pandji menegaskan tidak akan berhenti berkarya. Ia menganggap laporan tersebut sebagai konsekuensi logis dari pilihan untuk tampil kritis melalui seni. Tur Mens Rea tetap berjalan, dan ia memilih fokus pada karya serta pesan yang ingin disampaikan.

Kontroversi ini kembali membuka diskusi publik tentang batas antara kritik, humor, dan penghinaan. Di tengah perdebatan itu, sikap tenang dari pihak yang disindir justru menjadi pengingat bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan ruang dialog, bukan sekadar saling melaporkan.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Pandji #MensRea #StandUpComedy #Gibran #KebebasanBerekspresi #Kontroversi #HumorPublik
Previous Post

Satu per Satu Pejabat Mengaku di Sidang Chromebook

Next Post

Proyek Gentengisasi Prabowo Dibiayai APBN

musa

musa

Related Posts

mui
Nasional

Berubah Pikiran! MUI Dukung Langkah RI soal Gaza

04/02/2026
board of peace
Nasional

Prabowo Kumpulkan Tokoh Islam Bahas Board of Peace

04/02/2026
syauqi
Olahraga

Luka Lama! Syauqi Saud Siap Balas Dendam ke Jepang

04/02/2026
havertz
Nasional

Gol Telat Havertz Hantarkan Arsenal ke Final Carabao Cup

04/02/2026
Gentengisasi
Nasional

Proyek Gentengisasi Prabowo Dibiayai APBN

03/02/2026
chromebook
Nasional

Satu per Satu Pejabat Mengaku di Sidang Chromebook

03/02/2026
Next Post
Gentengisasi

Proyek Gentengisasi Prabowo Dibiayai APBN

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.