• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Bendungan Raksasa Madagaskar Jebol, Ribuan Rumah Terancam

Bendungan baru di Madagaskar jebol usai hujan lebat, picu banjir besar dan ancam ribuan rumah serta lahan pertanian.

musa by musa
30/01/2026
in Jurnal
0
bendungan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Sebuah bendungan hidro-pertanian raksasa di wilayah Analamanga, dekat ibu kota Madagaskar, Antananarivo, mengalami kerusakan serius setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Sebagian dinding penahan bendungan dilaporkan jebol, memicu banjir besar dan menempatkan lebih dari 5.000 rumah serta ribuan hektar lahan pertanian dalam ancaman langsung. Bendungan yang baru dibangun pada 2024 itu sejatinya dirancang untuk mengendalikan aliran Sungai Sisaony sekaligus mengairi area persawahan di sekitarnya.

Dinding Bendungan Tak Mampu Menahan Tekanan Air

Hujan dengan intensitas tinggi membuat volume air di bendungan meningkat drastis. Tekanan air yang terus bertambah akhirnya menghancurkan sebagian struktur tanggul. Air bah pun meluap, menghanyutkan material bendungan dan mengalir deras ke kawasan permukiman serta lahan pertanian.

Kondisi ini membuat otoritas setempat meningkatkan status kewaspadaan. Risiko kegagalan total bendungan masih mengintai, terutama jika hujan deras kembali turun dalam waktu dekat. Warga yang tinggal di hilir bendungan diminta bersiap untuk kemungkinan terburuk, termasuk evakuasi darurat.

Ribuan Rumah dan Sawah di Ujung Tanduk

Dampak paling nyata terlihat pada kawasan pertanian. Hampir 2.000 hektar sawah terancam terendam air, yang berpotensi merusak sumber penghidupan ribuan petani. Bagi masyarakat setempat, sawah bukan sekadar lahan produksi, melainkan tumpuan hidup keluarga.

Selain itu, lebih dari 5.000 rumah berada di zona rawan banjir. Banyak warga memilih bertahan sambil mengamankan barang-barang penting, meski rasa cemas terus menyelimuti. Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan menjadi perhatian utama dalam situasi genting ini.

Cuaca Ekstrem Melanda Afrika Selatan

Peristiwa di Madagaskar bukan kejadian tunggal. Hujan ekstrem juga melanda berbagai wilayah di Afrika bagian selatan. Di Mozambik, banjir besar dilaporkan berdampak pada ratusan ribu warga, merusak rumah, jalan, dan sekolah. Sementara itu, Afrika Selatan menghadapi kondisi serupa di beberapa provinsi, dengan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.

Pola cuaca ekstrem ini menunjukkan meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan lebat di kawasan tersebut. Para ahli menilai perubahan iklim berperan besar dalam memperparah risiko bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan kegagalan bendungan.

Bendungan Baru, Tantangan Lama

Fakta bahwa bendungan ini baru berusia sekitar dua tahun menimbulkan pertanyaan serius. Infrastruktur yang dibangun untuk perlindungan dan kesejahteraan justru berubah menjadi sumber ancaman. Hal ini memunculkan diskusi mengenai perencanaan, kualitas konstruksi, serta kesiapan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.

Di lapangan, petugas terus memantau struktur bendungan dan aliran air. Upaya penguatan darurat dilakukan, meski tantangannya besar. Setiap jam menjadi krusial untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Harapan di Tengah Kecemasan

Di tengah situasi mencekam, solidaritas mulai tumbuh. Warga saling membantu mengevakuasi barang, sementara relawan dan aparat bersiaga untuk skenario terburuk. Harapan besar tertumpu pada cuaca yang segera membaik dan langkah cepat pemerintah untuk mengamankan kawasan terdampak.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa pembangunan infrastruktur harus selalu berjalan seiring dengan mitigasi risiko dan kesiapan menghadapi alam. Pertanyaannya kini, mampukah bendungan ini diselamatkan sebelum air kembali naik, atau warga harus bersiap menghadapi bencana yang lebih besar?

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Madagaskar #Banjir #BendunganJebol #PerubahanIklim #BencanaAlam #Infrastruktur #KrisisLingkungan
Previous Post

Rekening Karyawan Dipakai Sembunyikan Dana Triliunan

Next Post

Tak Terbendung, Emas Antam Resmi Masuk Era Rp3 Juta

musa

musa

Related Posts

sudan
World

Sudan Sekarat! Kelaparan Akut Kini Meluas ke Darfur Utara.

07/02/2026
china
World

AS & China Bersatu Lawan 35 Negara di KTT Spanyol.

07/02/2026
pandji
Nasional

10 Jam Diperiksa Polisi, Begini Kata Pandji Pragiwaksono

07/02/2026
msf
World

Rumah Sakit MSF Dibom, Perang Sudan Selatan Kian Brutal

06/02/2026
genosida
Nasional

Pakai KUHP Baru, Genosida Israel Dilaporkan ke Kejagung

06/02/2026
hector souto
Olahraga

Tak Mau Disanjung, Hector Souto Serahkan Panggung ke Pemain

06/02/2026
Next Post
emas antam

Tak Terbendung, Emas Antam Resmi Masuk Era Rp3 Juta

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.