Jurnal Pelopor – Kabar membanggakan datang dari dunia kuliner. Indonesia resmi masuk dalam daftar 10 negara dengan kuliner terbaik di dunia versi TasteAtlas 2025. Pencapaian ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara raksasa gastronomi seperti Italia, Jepang, dan Prancis, sekaligus menegaskan kekayaan rasa Nusantara di mata dunia.
TasteAtlas dan Peta Rasa Dunia
TasteAtlas dikenal sebagai ensiklopedia kuliner global yang memetakan makanan tradisional dari berbagai negara. Dalam pemeringkatan 2025, TasteAtlas menghimpun lebih dari 590 ribu penilaian valid terhadap hampir 19 ribu jenis makanan dari seluruh dunia. Penilaian ini berasal dari pakar kuliner, koki, peneliti makanan, hingga penikmat kuliner internasional.
Tujuan utama TasteAtlas bukan sekadar menyusun peringkat, tetapi juga merayakan makanan lokal, membangun kebanggaan budaya, serta memperkenalkan hidangan tradisional kepada dunia yang lebih luas. Masuknya Indonesia dalam 10 besar menjadi bukti bahwa kuliner Nusantara bukan lagi sekadar favorit lokal.
Indonesia di Posisi ke-10 Dunia
Dalam daftar 100 kuliner terbaik dunia versi TasteAtlas 2025, Indonesia menempati peringkat ke-10. Peringkat ini juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kuliner terbaik di Asia Tenggara, mengungguli banyak negara lain di kawasan.
TasteAtlas menyoroti sejumlah hidangan Indonesia yang dinilai memiliki cita rasa kuat, autentik, dan kaya rempah. Nasi Padang menjadi salah satu primadona dengan skor tinggi, diikuti bawang goreng, sate kambing, siomay, dan soto Betawi. Hidangan-hidangan ini dinilai mewakili karakter kuliner Indonesia yang kompleks, berani, dan berlapis rasa.
Warung Lokal Ikut Bersinar
Tak hanya makanan, TasteAtlas juga merekomendasikan sejumlah tempat makan lokal yang dianggap mampu merepresentasikan kekayaan kuliner Indonesia. Di Bali, Dapur Bali Mula di Desa Les disebut sebagai destinasi wajib bagi pencinta masakan tradisional, dengan andalan sate lilit dan lawar.
Masih di Bali, Warung Mak Beng di Sanur dikenal lewat menu ikan goreng dan sup kepala ikan yang sederhana namun ikonis. Sementara itu, Warung Mek Juwel di Ubud menawarkan nasi campur ayam dan sate lilit yang autentik.
Dari Yogyakarta, Soto Kadipiro Bantul masuk rekomendasi berkat soto ayam dan perkedelnya. Di Jakarta, Restoran 1945 di kawasan pusat kota direkomendasikan sebagai tempat menikmati sayur asem khas Indonesia dalam suasana elegan.
Produk Lokal ke Panggung Global
TasteAtlas juga menyoroti produsen makanan gourmet Indonesia yang dinilai memiliki kualitas kelas dunia. Beberapa di antaranya adalah Krakakoa untuk cokelat, Javara untuk bumbu dan pangan lokal, Bukit Sari untuk teh dan herbal, serta Expat Roasters untuk biji kopi.
Pengakuan ini menegaskan bahwa kekuatan kuliner Indonesia tidak hanya terletak pada warung dan masakan rumahan, tetapi juga pada produk olahan berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar internasional.
Italia Tetap di Puncak, Indonesia Menyusul
Dalam pemeringkatan 2025, Italia kembali dinobatkan sebagai negara dengan kuliner terbaik di dunia. Pizza Napoletana, Parmigiano Reggiano, hingga Prosciutto menjadi ikon yang mengantar Italia ke puncak.
Namun, masuknya Indonesia ke dalam 10 besar memberi sinyal kuat bahwa peta kuliner dunia semakin inklusif. Cita rasa Nusantara kini tak lagi dipandang eksotis semata, melainkan diakui sebagai bagian penting dari khazanah kuliner global.
Pengakuan ini menjadi momentum. Pertanyaannya kini, mampukah Indonesia menjaga kualitas, melestarikan resep tradisional, dan memanfaatkan sorotan dunia untuk mengangkat kuliner Nusantara ke level yang lebih tinggi?
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







