• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

NATO Kirim Pasukan ke Greenland, Rusia Bereaksi Keras

NATO kerahkan pasukan ke Greenland, Rusia bereaksi keras dan menilai langkah itu sebagai eskalasi baru di Arktik.

musa by musa
16/01/2026
in Jurnal
0
nato
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Ketegangan geopolitik di kawasan Arktik kembali meningkat setelah NATO mengumumkan pengerahan pasukan ke Greenland. Langkah ini memicu reaksi keras Rusia, yang menyatakan keprihatinan serius dan menilai kehadiran militer aliansi tersebut sebagai sinyal eskalasi baru di wilayah lintang tinggi yang semakin strategis secara global.

Greenland, pulau otonom milik Denmark yang kaya akan sumber daya mineral, belakangan menjadi sorotan dunia menyusul ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih wilayah tersebut. Pernyataan Trump dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya tekanan politik dan keamanan, baik di dalam NATO maupun dalam hubungan internasional secara lebih luas.

NATO Kirim Pasukan Usai Diplomasi Gagal

Pengerahan pasukan NATO ke Greenland diumumkan oleh Prancis, Swedia, Jerman, dan Norwegia pada Rabu (15/1/2026). Keempat negara itu menyatakan akan mengirim personel militer ke ibu kota Greenland, Nuuk, dalam rangka misi pengintaian multinasional.

Pengumuman ini muncul tak lama setelah pertemuan antara pejabat Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland di Washington gagal meredakan ketegangan. Pertemuan tersebut tidak mampu menyelesaikan perbedaan pandangan mendasar terkait masa depan Greenland, khususnya menyangkut ambisi Trump yang secara terbuka menyatakan keinginannya menguasai pulau tersebut.

Trump sebelumnya menegaskan bahwa Greenland memiliki arti strategis vital bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut pulau itu berpotensi jatuh ke tangan China atau Rusia jika Washington tidak mengambil langkah tegas.

Rusia Anggap NATO Tingkatkan Tekanan Militer

Menanggapi perkembangan tersebut, Rusia menyampaikan keprihatinan melalui pernyataan resmi Kedutaan Besarnya di Belgia. Moskwa menilai situasi di kawasan Arktik berkembang ke arah yang mengkhawatirkan dan berisiko meningkatkan ketegangan global.

Dalam pernyataannya, Rusia menuding NATO memperkuat kehadiran militernya di Arktik dengan menggunakan dalih ancaman yang disebut berasal dari Moskwa dan Beijing. Rusia menilai narasi tersebut tidak berdasar dan justru berpotensi memicu ketidakstabilan kawasan.

Meski demikian, hingga kini Kremlin dan Kementerian Luar Negeri Rusia belum mengeluarkan pernyataan resmi. Sikap ini dinilai memiliki bobot politik yang lebih besar dibandingkan pernyataan perwakilan diplomatik Rusia di luar negeri.

Arktik Jadi Medan Persaingan Baru

Ketegangan di Arktik sejatinya bukan fenomena baru. Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia dan NATO sama-sama meningkatkan kehadiran militer di wilayah tersebut, seiring meningkatnya nilai strategis Arktik di panggung global.

Perubahan iklim yang menyebabkan mencairnya es laut telah membuka jalur pelayaran internasional baru, sekaligus mempermudah eksploitasi sumber daya alam, termasuk pertambangan dan energi. Kondisi ini membuat Arktik berubah dari wilayah terpencil menjadi medan persaingan geopolitik antara kekuatan besar dunia.

Tekanan Internal di Tubuh NATO

Isu Greenland juga dinilai menimbulkan tekanan internal yang belum pernah terjadi sebelumnya di dalam NATO. Menurut Rusia, perbedaan pandangan di antara negara-negara anggota aliansi mengenai langkah menghadapi ambisi Trump telah membuat kemampuan NATO dalam mencapai konsensus bersama menjadi semakin tidak terprediksi.

Greenland kini bukan sekadar persoalan teritorial, tetapi simbol baru rivalitas geopolitik global. Kepentingan keamanan, ekonomi, dan pengaruh kekuatan besar saling bertumpang tindih di kawasan Arktik yang semakin panas, meski diselimuti es.

Dengan pengerahan pasukan NATO dan reaksi keras Rusia, dunia kini menanti apakah Greenland akan menjadi titik keseimbangan baru atau justru pemantik konflik geopolitik berikutnya.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #NATO #Greenland #Rusia #Arktik #Geopolitik #KeamananGlobal #BeritaInternasional
Previous Post

NATO Masuk Greenland, Jerman Singgung Ancaman Rusia–China

Next Post

Derby Manchester Memanas, Old Trafford Tahan Napas

musa

musa

Related Posts

andrie yunus
Nasional

Kasus Andrie Yunus Picu Desakan Revisi UU Peradilan Militer

19/03/2026
bmkg
Nasional

Cuaca Jakarta Terasa Makin Panas, Ini Penjelasan BMKG

19/03/2026
ezra
Olahraga

Ezra Walian Siap Isi Peran Thom Haye di Timnas Indonesia

19/03/2026
newcastle
Olahraga

Barcelona Menggila, Newcastle Dihajar 7-2 di Liga Champions

19/03/2026
liverpool
Olahraga

Liverpool Cetak Sejarah Baru, Amankan Tiket Perempatfinal

19/03/2026
Gholamreza Soleimani Tewas dalam Serangan di Ibu Kota Iran
World

Gholamreza Soleimani Tewas dalam Serangan di Ibu Kota Iran

18/03/2026
Next Post
manchester

Derby Manchester Memanas, Old Trafford Tahan Napas

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.