Lamongan, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) I pada tanggal 25–26 Desember 2025 di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini menjadi forum musyawarah strategis tertinggi kedua setelah Musyawarah Daerah (Musyda), sekaligus momentum evaluasi setengah periode kepemimpinan PDPM Lamongan.

Rapimda I ini diikuti secara lengkap oleh 27 Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan. Kehadiran seluruh cabang menegaskan soliditas organisasi serta keseriusan PDPM Lamongan dalam menata arah gerakan ke depan secara kolektif, demokratis, dan berkeadaban.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, H. Viva Yoga Mauladi, M.Si, Bupati Lamongan H. Dr. Yuhronur Efendi, M.BA yang akrab disapa Pak YES, Ketua PWPM Jawa Timur M. Anang Nafiuzzaki, serta perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Bapak M. Said, yang sekaligus membuka secara resmi Rapimda I PDPM Lamongan.
Dalam sambutan tertulis yang disampaikan atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, disampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Rapimda I ini. Rapimda ditegaskan bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk menyatukan pikiran, memperkuat komitmen ideologis, serta menegaskan arah gerakan Pemuda Muhammadiyah di tengah tantangan zaman.
“Kematangan ideologis kader ditunjukkan dengan ketaatan pada AD/ART, konsistensi menjalankan nilai Islam Berkemajuan, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, serta kemampuan menempatkan kepentingan persyarikatan di atas kepentingan pribadi dan kelompok.” tutur Ketua PWPM Jawa Timur M. Anang Nafiuzzaki.
Tema Rapimda I, “Kekuatan Pemuda Negarawan untuk Membangun Kemandirian Berorganisasi”, dinilai sangat relevan dengan jati diri Pemuda Muhammadiyah sebagai gerakan kader, gerakan dakwah, dan gerakan kebangsaan. Sejak awal berdirinya, Pemuda Muhammadiyah diproyeksikan sebagai kader persyarikatan, kader umat, sekaligus kader bangsa. Inilah hakikat pemuda negarawan.

Pemuda negarawan digambarkan sebagai sosok yang berpikir luas melampaui kepentingan pribadi dan kelompok, memiliki keberanian moral untuk membela kebenaran, berpijak kokoh pada nilai Islam dan ideologi Muhammadiyah, serta mampu mengambil peran strategis dalam kehidupan kebangsaan. Pemuda negarawan bukan pemuda yang haus kekuasaan, melainkan pemuda yang siap memikul tanggung jawab sejarah dengan akhlak, kebijaksanaan, dan visi keumatan.
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Berkemajuan menuntut Pemuda Muhammadiyah tampil sebagai kekuatan moral dan intelektual. Tantangan seperti krisis keteladanan, disrupsi nilai, hingga persoalan kemandirian organisasi harus dijawab dengan kematangan ideologi, peningkatan kualitas kader, kemandirian program dan ekonomi, serta kepemimpinan kolektif yang amanah dan beretika.
Dalam konteks lokal Lamongan, Pemuda Muhammadiyah diharapkan hadir sebagai mitra strategis umat dan bangsa: aktif dalam dakwah pencerahan, responsif terhadap persoalan sosial, serta menjadi teladan kepemudaan yang berintegritas di tengah masyarakat.
Melalui Rapimda I ini, PDPM Lamongan diharapkan mampu melahirkan keputusan-keputusan yang strategis, aplikatif, dan visioner, sekaligus memperkuat soliditas organisasi menuju Pemuda Muhammadiyah Lamongan yang mandiri, berkemajuan, dan berkeadaban.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







