• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Terus Bertambah

BNPB melaporkan korban tewas banjir dan longsor di Sumatra bertambah 17 jiwa, total kini mencapai 1.129 orang.

musa by musa
25/12/2025
in Nasional
0
korban
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor  –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Hingga Rabu (24/12/2025) malam, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan bertambah 17 jiwa, sehingga total korban tewas kini mencapai 1.129 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers virtual. Ia menegaskan bahwa proses pendataan masih terus berjalan seiring upaya pencarian dan evakuasi di lapangan.

“Per hari ini terdapat penambahan daftar korban meninggal dunia sebanyak 17 jiwa, sehingga total korban jiwa secara keseluruhan kini mencapai 1.129 orang,” ujar Abdul.

Rincian Penambahan Korban Jiwa

Berdasarkan data BNPB, penambahan korban meninggal paling banyak berasal dari Aceh Utara, dengan total 14 jiwa. Sementara itu, masing-masing satu korban jiwa dilaporkan dari Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Sumatera Barat.

Abdul menjelaskan bahwa sebagian korban baru ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran lanjutan di wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau akibat material longsor, luapan sungai, serta kerusakan akses jalan.

Pencarian Korban Hilang Masih Berlanjut

Selain korban meninggal, BNPB juga memperbarui data korban yang masih dinyatakan hilang. Hingga saat ini, 174 orang masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta unsur pemerintah daerah.

“Data korban hilang mengalami penurunan menjadi 174 jiwa,” kata Abdul. Penurunan ini terjadi seiring ditemukannya sejumlah korban dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, jumlah warga yang terdampak dan masih berada di pengungsian tercatat mencapai 496.293 jiwa. Para pengungsi tersebar di berbagai titik pengungsian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Status Kedaruratan Mulai Bergeser

BNPB juga mencatat adanya perkembangan terkait status kedaruratan di daerah terdampak. Sebanyak 12 kabupaten dan kota telah memasuki fase transisi darurat dari sebelumnya berstatus tanggap darurat.

Wilayah tersebut mencakup masing-masing empat kabupaten dan kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun demikian, Abdul menyebut masih ada sejumlah daerah yang memilih memperpanjang status tanggap darurat hingga 28 atau 30 Desember 2025, menyesuaikan dengan kondisi lapangan.

Pemulihan Infrastruktur dan Akses Transportasi

Memasuki fase pemulihan, BNPB menyatakan bahwa seluruh pekerjaan lapangan telah berjalan secara bertahap. Pemerintah pusat dan daerah kini fokus pada pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak.

Selain itu, percepatan pemulihan akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Di Sumatera Barat, progres pemulihan dilaporkan hampir mencapai 100 persen.

Sementara itu, di wilayah Tapanuli Raya, Sumatera Utara, pemulihan infrastruktur telah berada di kisaran 80 hingga 90 persen. Untuk wilayah Aceh, jalur Lintas Timur dan Lintas Barat secara umum sudah dapat dilalui, meski pengerjaan masih dilakukan di beberapa titik kritis.

BNPB juga membangun jembatan Bailey di sejumlah lokasi untuk menjaga konektivitas wilayah, khususnya jalur penghubung menuju Aceh Tengah.

Fokus Lanjutan pada Rehabilitasi dan Rekonstruksi

BNPB menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal fase rehabilitasi dan rekonstruksi agar wilayah terdampak tidak hanya pulih, tetapi juga menjadi lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan. Proses ini mencakup perbaikan lingkungan, infrastruktur, serta pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Sumber: Kompas.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #BNPB #BanjirSumatra #TanahLongsor #BencanaAlam #KorbanBencana #Evakuasi #DaruratBencana #jurnalpelopor
Previous Post

SBY Tekankan Evaluasi Penanganan Bencana Sumatra

Next Post

PDPM Lamongan Gelar Rapimda I di Trawas Mojokerto, Teguhkan Peran Pemuda Negarawan dan Kemandirian Organisasi

musa

musa

Related Posts

kpk
Nasional

KPK Sita Dokumen hingga Uang saat Geledah Kantor Ditjen Pajak

14/01/2026
dana haji
Nasional

KPK Buka Dugaan Dana Haji Mengalir ke Elite PBNU

14/01/2026
mark-up
Nasional

Prabowo Murka, Bongkar Dugaan Mark-Up Energi

13/01/2026
banjir
Nasional

Banjir Rendam Jakarta, Sejumlah Ruas Tol Macet Panjang

13/01/2026
balikpapan
Nasional

RDMP Balikpapan Beroperasi, Impor Solar Ditarget Nol

13/01/2026
ronald
Nasional

Timothy Ronald Terseret Laporan Dugaan Penipuan Kripto

12/01/2026
Next Post
PDMLamongan

PDPM Lamongan Gelar Rapimda I di Trawas Mojokerto, Teguhkan Peran Pemuda Negarawan dan Kemandirian Organisasi

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.