Jurnal Pelopor – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan pandangannya terkait penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Melalui akun media sosial X pribadinya, SBY mengaku terus mengikuti perkembangan situasi bencana, mulai dari dampak yang ditimbulkan hingga langkah-langkah yang diambil pemerintah pusat dan daerah.
Menurut SBY, perhatian utama dalam setiap bencana besar tidak hanya tertuju pada jumlah korban jiwa, tetapi juga pada kerusakan infrastruktur serta fasilitas publik yang terdampak. Ia juga mencermati dinamika percakapan publik, termasuk kritik-kritik yang muncul terhadap penanganan bencana tersebut.
Penanganan Bencana Bukan Perkara Sederhana
SBY menegaskan bahwa penanganan bencana bukanlah pekerjaan yang mudah. Ia menyebut fase tanggap darurat sering kali menjadi periode paling kompleks karena adanya kelumpuhan di berbagai sektor. Dalam kondisi tersebut, koordinasi dan kecepatan pengambilan keputusan menjadi sangat krusial.
“Penanganan bencana, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi, memerlukan waktu, sumber daya finansial yang memadai, serta kebijakan dan master plan yang utuh,” ujar SBY.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pelaksanaan yang efektif agar kebijakan tidak hanya berhenti di atas kertas.
Pengalaman Menghadapi Bencana Besar
Pandangan SBY tersebut berangkat dari pengalamannya saat memimpin Indonesia menghadapi berbagai bencana besar. Ia menyinggung penanganan tsunami Aceh dan Nias, gempa bumi di Yogyakarta, hingga bencana di Padang. Dari pengalaman itu, SBY belajar bahwa keberhasilan penanganan bencana sangat bergantung pada kepemimpinan, koordinasi, dan konsistensi kebijakan.
SBY menilai bahwa komando dan pengendalian harus berjalan efektif. Idealnya, presiden memimpin langsung melalui pendekatan manajemen krisis. Namun, ia juga mengakui bahwa setiap pemimpin memiliki gaya dan pendekatan yang berbeda, tergantung situasi dan konteks bencana.
Apresiasi untuk Langkah Prabowo
Dalam pernyataannya, SBY secara khusus memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut Prabowo menunjukkan keseriusan dengan terjun langsung ke lapangan dan memberikan atensi penuh terhadap penanganan bencana di Sumatra.
“Saya tahu Presiden Prabowo dengan serius terjun ke lapangan dan memberikan atensi yang penuh,” kata SBY.
Ia juga menyampaikan bahwa Prabowo telah mengambil sejumlah kebijakan strategis untuk membangun kembali provinsi-provinsi di Sumatra yang terdampak bencana.
Fokus Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Saat ini, menurut SBY, perhatian pemerintah dan masyarakat tertuju pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Tujuan utama dari fase ini bukan sekadar memulihkan kondisi, tetapi memastikan daerah terdampak bisa bangkit dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya.
SBY menekankan beberapa faktor kunci keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi. Faktor tersebut meliputi konsep perencanaan yang matang, organisasi dan kepemimpinan lapangan yang efektif, serta implementasi yang konsisten. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga akuntabilitas penggunaan uang negara.
Ajakan Mendukung Pemerintah
Menutup pernyataannya, SBY mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung langkah-langkah pemerintah dalam membangun kembali Sumatra pasca bencana. Ia berharap para korban bencana dapat kembali menjalani kehidupan yang layak dan memiliki masa depan yang lebih baik.
“Mari kita dukung upaya pemerintah agar saudara-saudara kita yang terkena musibah bisa bangkit dan menata kembali kehidupannya,” tutup SBY.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







