• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Jembatan Limpas Hancur, Ekskavator Jadi Penyelamat Warga

Jembatan Limpas di Lumajang rusak diterjang lahar Semeru, warga Sumberlangsep terpaksa menyeberang Sungai Regoyo pakai ekskavator.

musa by musa
23/12/2025
in Nasional
0
jembatan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor  –  Banjir lahar hujan Gunung Semeru kembali memutus akses warga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Jembatan Limpas yang menjadi jalur utama penghubung Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, rusak parah setelah diterjang lahar hujan pada Minggu (21/12/2025) sore. Akibatnya, warga terpaksa menyeberangi Sungai Regoyo dengan cara yang tidak biasa, yakni menggunakan bantuan alat berat berupa ekskavator.

Kondisi tersebut terlihat pada Senin (22/12/2025), saat sejumlah warga harus beraktivitas ke luar dusun. Aliran Sungai Regoyo yang masih deras, ditambah dasar sungai yang semakin curam pascabanjir, membuat warga tidak mungkin menyeberang secara mandiri. Demi keselamatan, mereka meminta bantuan operator ekskavator yang sedang bekerja melakukan penyudetan arus di sekitar lokasi.

Aktivitas Warga Terhambat Total

Putusnya Jembatan Limpas berdampak besar terhadap aktivitas harian warga Dusun Sumberlangsep. Akses menuju desa lain, fasilitas pendidikan, hingga pusat kegiatan ekonomi lumpuh total. Warga yang hendak mengantar anak ke sekolah maupun pesantren terpaksa menunggu atau mencari cara alternatif yang berisiko.

Supiati, salah satu warga Desa Jugosari, mengaku terpaksa menyeberangi sungai menggunakan ekskavator demi mengantar anaknya ke pesantren. Menurutnya, kedalaman sungai dan derasnya arus air membuat upaya menyeberang secara manual sangat berbahaya.

“Mau ke pesantren ngirim anak, enggak bisa nyebrang karena terlalu dalam sungainya,” kata Supiati.

Rasa Takut Warga Menyeberang Sungai

Bagi sebagian warga, menyeberang sungai menggunakan alat berat merupakan pengalaman pertama yang menegangkan. Supiati mengaku jantungnya berdebar saat berada di atas ekskavator yang melintasi aliran Sungai Regoyo.

“Ya takut, ini baru pertama jadi ndredek,” ujarnya sambil menggambarkan rasa cemas yang dirasakan.

Meski demikian, warga tidak memiliki banyak pilihan. Selama jembatan utama belum bisa dilalui, ekskavator menjadi satu-satunya sarana yang relatif aman untuk menyeberang.

Pemerintah Desa Belum Bisa Perbaikan Permanen

Kepala Desa Jugosari, Mahmudi, menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat melakukan perbaikan permanen terhadap jembatan yang rusak. Hal ini disebabkan oleh kondisi Sungai Regoyo yang hampir setiap hari diterjang banjir lahar hujan susulan dari Gunung Semeru.

“Ya bagaimana kondisi saat ini ya kita harus diam dulu sambil menunggu musim banjir ini selesai,” kata Mahmudi.

Menurutnya, upaya perbaikan akan sia-sia jika dilakukan saat ancaman lahar hujan masih tinggi.

Dua Alternatif Solusi Akses Warga

Saat ini, pemerintah desa bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang tengah membahas dua alternatif solusi untuk membuka kembali akses warga Dusun Sumberlangsep. Opsi pertama adalah pembangunan jembatan gantung, namun rencana ini terkendala kebutuhan anggaran yang cukup besar.

Alternatif kedua yang dinilai lebih realistis adalah membuka jalan tembus dengan membelah perbukitan menuju Desa Sumberwuluh. Jalur ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang agar warga tidak lagi terisolasi setiap kali banjir lahar terjadi.

“Yang mungkin adalah pengecoran melewati pinggir gunung untuk warga Sumberlangsep,” ujar Mahmudi.

Hingga solusi tersebut terealisasi, warga Dusun Sumberlangsep masih harus berjibaku dengan kondisi alam yang ekstrem, sembari berharap aktivitas Gunung Semeru segera mereda dan akses kehidupan mereka kembali normal.

Sumber: Kompas.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Semeru #LaharHujan #Lumajang #Sumberlangsep #BencanaAlam #JembatanPutus #JawaTimur #jurnalpelopor
Previous Post

Muhammad Iqbal Beberkan 3 Kunci Emas Timnas Futsal

Next Post

DKI Siapkan Insentif Transportasi dan BPJS untuk Buruh

musa

musa

Related Posts

kpk
Nasional

KPK Sita Dokumen hingga Uang saat Geledah Kantor Ditjen Pajak

14/01/2026
dana haji
Nasional

KPK Buka Dugaan Dana Haji Mengalir ke Elite PBNU

14/01/2026
mark-up
Nasional

Prabowo Murka, Bongkar Dugaan Mark-Up Energi

13/01/2026
banjir
Nasional

Banjir Rendam Jakarta, Sejumlah Ruas Tol Macet Panjang

13/01/2026
balikpapan
Nasional

RDMP Balikpapan Beroperasi, Impor Solar Ditarget Nol

13/01/2026
ronald
Nasional

Timothy Ronald Terseret Laporan Dugaan Penipuan Kripto

12/01/2026
Next Post
dki

DKI Siapkan Insentif Transportasi dan BPJS untuk Buruh

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.