• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

44 Ribu Warga Tewas, Israel Dituduh Lakukan Pembersihan Etnis

Laporan terbaru menuding Israel lakukan pembersihan etnis di Tepi Barat, puluhan ribu warga Palestina terusir dari kamp pengungsian.

musa by musa
20/12/2025
in World
0
warga
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Tuduhan serius kembali diarahkan kepada Israel. Laporan terbaru menyebut militer Israel diduga menjalankan pembersihan etnis secara sistematis di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Operasi militer berskala besar itu diklaim telah menyingkirkan lebih dari 44 ribu warga Palestina dari kamp-kamp pengungsian utama, memicu kekhawatiran akan lahirnya “Nakba baru” dalam sejarah konflik Palestina–Israel.

Operasi Dinding Besi dan Pengusiran Massal

Menurut laporan surat kabar Israel Haaretz, sejak diluncurkannya Operation Iron Wall pada Januari 2024, militer Israel melakukan evakuasi paksa besar-besaran dengan dalih membongkar “infrastruktur teroris”. Namun, fakta di lapangan menunjukkan dampak yang jauh lebih luas terhadap warga sipil.

Sekitar 22.000 warga Palestina diusir dari wilayah Jenin, sementara 22.000 lainnya terusir dari Tulkarm dan kamp pengungsi Nur Al-Shams. Pengusiran ini tidak bersifat sementara. Banyak keluarga kehilangan rumah dan tidak memiliki kepastian kapan bisa kembali.

Pejabat lokal dan lembaga kemanusiaan menilai operasi tersebut dirancang untuk mengubah realitas demografis wilayah Tepi Barat secara permanen.

Kamp Pengungsi Diratakan

Kerusakan terparah terjadi di kamp pengungsi Jenin dan Nur Al-Shams. Bangunan bertingkat dihancurkan, jalan rusak, dan infrastruktur dasar dilumpuhkan. Direktur UNRWA untuk Tepi Barat, Roland Friedrich, menyebut hampir 48 persen rumah di Nur Al-Shams telah rusak atau hancur.

Di Jenin, situasinya lebih mengkhawatirkan. Gubernur Abu al-Rub menyatakan sekitar 800 bangunan, atau hampir 40 persen dari total bangunan kamp, telah rata dengan tanah.

“Ribuan keluarga hidup dalam ketidakpastian total selama berbulan-bulan dan tidak dapat kembali ke rumah mereka,” ujarnya.

Pengungsian Besar dan Kehilangan Tempat Tinggal

Di wilayah Tulkarm, sekitar 9.000 warga dilaporkan mengungsi. Sebanyak 1.514 keluarga kehilangan rumah sepenuhnya, sementara 2.200 rumah lainnya rusak sebagian dan tidak layak huni.

Gubernur Tulkarm, Abdallah Kamil, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan operasi keamanan biasa.

“Ini bukan soal keamanan. Ini adalah kebijakan yang disengaja untuk melenyapkan kamp-kamp pengungsi dan mencegah warga kembali,” tegasnya.

Situasi semakin memanas ketika militer Israel mengumumkan rencana pembongkaran 25 bangunan tambahan di Nur Al-Shams, termasuk bangunan di luar batas resmi kamp.

Rekayasa Demografis dan Bayang-Bayang Nakba

Sejumlah pengamat menilai langkah Israel merupakan bagian dari rekayasa demografis untuk menghapus keberadaan pengungsi Palestina di titik-titik strategis Tepi Barat. Pejabat Palestina menyamakan situasi ini dengan Nakba 1948, ketika lebih dari 750 ribu warga Palestina terusir dari tanah mereka.

Aktivis HAM menilai kebijakan tersebut berkaitan erat dengan praktik apartheid modern, di mana pengusiran warga dibenarkan atas nama “keseimbangan demografis”.

“Ini bukan sekadar perang terhadap bangunan,” kata Abu Ahmed, warga Jenin yang terusir. “Ini perang terhadap hak kami untuk ada.”

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Palestina #TepiBarat #Israel #KonflikTimurTengah #NakbaBaru #HakAsasiManusia #Pengungsi #jurnalpelopor
Previous Post

Dulu Kampung, Kini Muara Sungai: Nasib Desa Bungkah

Next Post

Vinicius Diterpa Sorakan, Bernabeu Jadi Malam Terberat

musa

musa

Related Posts

greenland
World

Momen Krusial Greenland, Pernyataan Tegas PM Denmark

13/01/2026
google
World

Laporkan Pelecehan, Pegawai Google Malah Dipecat

12/01/2026
ekspor
World

Maduro Dibui, Ekspor Minyak Venezuela ke AS Mulai Dibahas

07/01/2026
kolombia
World

Demi Kedaulatan, Presiden Kolombia Tantang AS dengan Senjata

07/01/2026
lahan
World

Lahan Strategis 500 Meter dari Masjidil Haram Dimenangkan RI

07/01/2026
venezuela
World

Berubah Sikap, Pemimpin Sementara Venezuela Siap Gandeng AS

06/01/2026
Next Post
vinicius

Vinicius Diterpa Sorakan, Bernabeu Jadi Malam Terberat

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.