Jurnal Pelopor – Ketegangan antara Manchester United dan perangkat pertandingan Premier League kian memanas. Manajemen Setan Merah dilaporkan secara resmi melayangkan protes kepada Professional Game Match Officials Limited (PGMOL), badan yang menaungi wasit sepak bola Inggris.
Laporan tersebut muncul setelah United menilai mereka terlalu sering dirugikan oleh keputusan wasit dan VAR sepanjang musim ini. Akumulasi insiden kontroversial membuat klub merasa perlu mengambil langkah serius di luar lapangan.
Protes Resmi ke PGMOL
Menurut laporan Daily Mail, keluhan Manchester United ditujukan langsung kepada ketua PGMOL, Howard Webb. Pihak klub menilai terdapat inkonsistensi serius dalam penerapan aturan, terutama dalam situasi krusial yang berdampak langsung pada hasil pertandingan.
Langkah ini mencerminkan kekecewaan mendalam manajemen United. Mereka menilai keluhan informal dan penjelasan pasca-pertandingan tidak lagi cukup untuk meredam rasa ketidakadilan yang terus berulang.
Frustrasi di Ruang Ganti
Situasi tersebut turut memengaruhi atmosfer internal tim. Meski tidak terlibat langsung dalam proses pengajuan protes, pelatih Ruben Amorim tak menutupi rasa frustrasinya terhadap kepemimpinan wasit.
Pelatih asal Portugal itu beberapa kali menyuarakan ketidakpuasan dalam konferensi pers. Ia menilai inkonsistensi keputusan wasit telah melewati batas kewajaran dan merugikan timnya dalam momen-momen penting.
Kontroversi Panas Saat Hadapi Brentford
Salah satu insiden paling disorot terjadi saat Manchester United kalah 1-3 dari Brentford. Dalam laga tersebut, keputusan wasit Craig Pawson memicu perdebatan luas.
Pada situasi krusial, bek Brentford Nathan Collins menjatuhkan Bryan Mbeumo yang sedang berada dalam peluang emas. Wasit hanya memberikan penalti dan kartu kuning, tanpa mengusir Collins dari lapangan.
VAR kemudian mendukung keputusan tersebut dengan alasan Mbeumo dinilai belum sepenuhnya menguasai bola. Penjelasan ini menuai kritik tajam dari pengamat dan suporter United.
Belakangan, Howard Webb mengakui adanya kesalahan. Ia menyatakan Collins seharusnya mendapat kartu merah, pengakuan yang semakin menguatkan posisi United dalam protes mereka.
Insiden Kontra Arsenal dan West Ham
Masalah tak berhenti di laga melawan Brentford. Saat menghadapi Arsenal, Manchester United kalah 0-1 setelah gol kemenangan lawan diawali dugaan pelanggaran terhadap Mason Mount yang tak dihukum wasit.
Kubu United menilai keputusan tersebut mengubah jalannya pertandingan dan menambah panjang daftar keluhan mereka musim ini.
Kontroversi serupa juga muncul saat United ditahan imbang West Ham. Aaron Wan-Bissaka lolos dari kartu kuning kedua setelah melakukan tekel terlambat terhadap Patrick Dorgu, meski sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning.
Mantan wasit Premier League, Keith Hackett, ikut mengkritik keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa tekel terakhir Wan-Bissaka seharusnya berujung kartu kuning kedua dan kartu merah.
Ketidakpercayaan yang Terus Membesar
Rentetan insiden ini membuat Manchester United merasa kepercayaan terhadap sistem perwasitan Premier League semakin terkikis. Protes ke PGMOL menjadi sinyal bahwa klub menginginkan perubahan nyata, bukan sekadar klarifikasi pasca-pertandingan.
Sumber: Liputan6
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







