Jurnal Pelopor – Santiago Montiel resmi memenangkan Puskas Award 2025 dan mengakhiri harapan bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, untuk membawa pulang penghargaan gol terbaik dunia. Keputusan tersebut diumumkan dalam malam penganugerahan FIFA di Zurich, Rabu (17/12/2025) dini hari WIB.
Montiel terpilih berkat gol salto spektakuler yang ia cetak saat memperkuat Independiente dalam laga Liga Argentina melawan Independiente Rivadavia pada Mei 2025. Gol itu langsung menyita perhatian publik dunia karena tingkat kesulitan teknik dan keberanian sang pemain.
Gol Akrobatik yang Jadi Pembeda
Dalam pertandingan tersebut, Montiel yang berposisi sebagai bek kanan menyambar bola liar di depan kotak penalti. Tanpa kontrol tambahan, ia langsung melakukan tendangan salto menggunakan kaki kiri. Bola meluncur deras ke sudut gawang dan gagal diantisipasi kiper lawan.
Aksi itu menjadi viral di berbagai platform media sosial. Banyak pengamat menilai gol Montiel sebagai kombinasi sempurna antara insting, teknik tinggi, dan keberanian mengambil risiko di momen krusial. Sebagai pemain bertahan, keputusan melakukan salto di area berbahaya dinilai sangat berani, namun justru menjadi nilai lebih di mata pemilih.
Rizky Ridho Tetap Curi Perhatian Dunia
Rizky Ridho sendiri masuk nominasi berkat gol jarak jauhnya dari tengah lapangan saat Persija Jakarta mengalahkan Arema FC di Liga 1. Gol tersebut dinilai unik, penuh keberanian, dan jarang terjadi di level profesional. Nominasi itu juga menjadi pencapaian penting bagi sepak bola Indonesia di panggung internasional.
Meski gagal meraih penghargaan utama, kehadiran nama Rizky Ridho dalam daftar kandidat Puskas Award 2025 dianggap sebagai tonggak penting. Banyak pihak menilai ini sebagai bukti bahwa pemain Indonesia mulai mendapat pengakuan global.
Proses Penilaian yang Ketat dan Transparan
Puskas Award 2025 dipilih melalui proses yang ketat. Sebanyak 11 gol terbaik diseleksi lebih dulu oleh panel teknis FIFA. Setelah itu, pemungutan suara dilakukan oleh dua kelompok, yakni penggemar sepak bola dunia dan panel FIFA Legends.
Kedua kelompok memiliki bobot suara yang sama, masing-masing 50 persen. Setiap pemilih menentukan peringkat pertama hingga ketiga, lalu poin dikalkulasi secara keseluruhan. Proses ini diawasi pengamat independen untuk memastikan hasil yang adil dan transparan.
Reaksi Montiel Usai Memenangi Penghargaan
Usai dinobatkan sebagai pemenang, Montiel mengaku tidak pernah membayangkan gol tersebut akan membawanya meraih Puskas Award. Ia menyebut gol itu tercipta secara spontan.
“Saya tidak memikirkannya, saya hanya bereaksi dan menendang bola,” ujar Montiel.
Ia juga berterima kasih kepada para penggemar, klub Independiente, serta legenda FIFA yang telah memberikan suara.
Kemenangan Montiel menutup Puskas Award 2025 dengan cerita dramatis, sementara nominasi Rizky Ridho tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi sepak bola Indonesia. Apakah ini awal dari lebih banyak pemain Indonesia bersaing di level dunia?
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







