Jurnal Pelopor — Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menjelaskan secara lebih lengkap bahwa listrik dan BBM menjadi kebutuhan paling kritis bagi warga Aceh Tamiang yang terdampak banjir dan longsor. Ia menegaskan bahwa gelapnya wilayah terdampak membuat air bersih sulit didapat karena pompa tak dapat beroperasi. Selain itu, BBM sangat dibutuhkan untuk menggerakkan alat berat, membuka jalur yang tertutup material longsor, serta mendukung distribusi logistik yang kini terhambat akses. Ia mengungkapkan masih ada sekitar 10 kecamatan yang terisolasi, sehingga bupati setempat meminta tambahan truk dan moda transportasi alternatif agar bantuan dapat menjangkau desa-desa terdalam.
Kisruh Data Pemulihan Listrik dan Permintaan Maaf Menteri ESDM
Di tengah pemulihan yang berjalan lambat, muncul perdebatan mengenai data pemulihan listrik. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan bahwa listrik Aceh telah pulih hingga 93 persen, namun klaim itu dibantah keras anggota DPR TA Khalid yang menyebut pemulihan baru mencapai sekitar 60 persen. PLN menambahkan bahwa kerusakan infrastruktur jaringan di Aceh Tamiang sangat parah sehingga proses perbaikan memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Menanggapi kritik tersebut, Bahlil menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan pemerintah terus bekerja untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik di semua wilayah terdampak.
Sumber: Kompas.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







