Persaingan di lini depan Liverpool semakin memanas, tetapi Mohamed Salah merasa kritik yang diterimanya jauh lebih berat dibandingkan pemain lain. Ia menilai pemberitaan media Inggris sudah tidak objektif, terutama ketika performanya sedikit menurun. Hal tersebut membuat Salah frustrasi karena menurutnya kontribusinya tidak selalu dihargai.
Salah Merasa Jadi Sasaran Utama Kritik Media
Dalam wawancara terbarunya, Salah secara blak-blakan menilai media Inggris menerapkan standar ganda. Ketika ia tampil kurang maksimal, pemberitaan langsung mengarah kepadanya. Namun pemain lain, menurutnya, justru mendapat perlakuan berbeda.
Ia kemudian menyinggung nama Harry Kane yang sebenarnya tidak terlibat dalam polemik ini untuk menggambarkan perbedaan perlakuan media. Salah mengatakan Kane lebih “dilindungi”, sementara dirinya dinilai lebih cepat dijadikan kambing hitam ketika situasi memburuk.
Musim ini, performa Salah memang menurun jauh dibanding musim sebelumnya. Liverpool di era Arne Slot juga belum menemukan ritme permainan yang stabil, memicu hubungan Salah dan Slot dikabarkan mulai renggang.
Contoh Kasus: Kane Gagal Cetak Gol vs. Salah Menurun
Salah mencontohkan bagaimana media memperlakukan Kane ketika ia melewati periode sulit di masa lalu.
Menurut Salah, Kane sempat tidak mencetak gol dalam sepuluh pertandingan, tetapi media tetap membelanya. Sementara itu, Salah merasa ia justru langsung didorong ke bangku cadangan ketika performanya tidak konsisten.
“Ketika menyangkut Mo, semua orang bilang saya harus duduk di bangku cadangan. Maaf ya, Harry,” ujar Salah.
Menariknya, berdasarkan data di Jerman, Kane sendiri jarang mengalami paceklik gol selama membela Bayern Munich. Media Jerman juga dikenal cepat mengkritik jika sang striker tidak mencetak gol dalam waktu lama. Catatan terburuknya hanya terjadi pada musim 2021/2022, ketika ia melewati enam laga tanpa gol atau assist.
Hubungan Salah dan Arne Slot Ikut Memburuk
Di sisi Liverpool, situasi internal juga tidak kondusif. Salah mengaku hubungannya dengan Arne Slot tiba-tiba berubah dan tidak sedekat sebelumnya. Ia bahkan merasa ada pihak tertentu yang sengaja menjadikannya kambing hitam untuk menutupi masalah klub.
“Saya merasa klub melemparkan saya ke bawah bus,” ujarnya. “Saya pikir sangat jelas bahwa seseorang ingin saya menanggung semua kesalahan.”
Pernyataan tersebut membuat suasana ruang ganti Liverpool semakin panas. Di tengah performa tim yang naik turun, komentar Salah turut menyeret Harry Kane ke dalam perbincangan dan membuka perdebatan besar mengenai standar ganda media Inggris.
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






