Jurnal Pelopor – Insiden tenggelamnya kapal wisata pinisi KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan luas publik nasional maupun internasional. Kapal tersebut diketahui membawa pelatih Tim B Wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, bersama keluarganya saat mengalami kecelakaan laut. Hingga Minggu (28/12/2025), proses pencarian korban masih terus berlangsung.
Berikut lima fakta utama terkait peristiwa tersebut.
1. Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya Masih Hilang
KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, pada Jumat (26/12/2025) malam. Kapal wisata itu mengangkut 11 orang, terdiri dari enam wisatawan asal Spanyol, empat anak buah kapal (ABK), dan satu pemandu wisata.
Dari total penumpang, tujuh orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara empat warga negara asing asal Spanyol masih dinyatakan hilang. Mereka adalah Martin Carreras Fernando serta tiga anaknya, yakni Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier.
Pihak Kantor SAR Maumere menyebut pencarian terus dilakukan secara intensif sejak kejadian.
2. Kapal Mengalami Mati Mesin Sebelum Tenggelam
Berdasarkan keterangan awal, KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berada di perairan Selat Pulau Padar. Dalam kondisi tersebut, kapal kemudian dihantam gelombang laut yang cukup kuat hingga akhirnya karam.
Situasi ini memperburuk kondisi di lapangan dan menyulitkan para penumpang untuk menyelamatkan diri secara mandiri.
3. Diduga Dihantam Gelombang Tinggi Mendadak
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menjelaskan bahwa kapal tenggelam akibat gelombang tinggi jenis swell yang datang secara tiba-tiba. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2 hingga 3 meter dengan periode yang singkat.
Kondisi cuaca tersebut juga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pencarian di hari pertama kejadian.
4. Empat Korban Belum Dinyatakan Meninggal Dunia
Basarnas menegaskan bahwa hingga saat ini empat korban yang hilang masih berstatus dalam pencarian dan belum dinyatakan meninggal dunia. Operasi SAR dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI AL, Polairud, KSOP, serta relawan penyelam profesional.
Sebanyak empat kapal milik Kemenhub, satu RIB TNI AL, serta personel gabungan diterjunkan ke lokasi pencarian. Total personel yang terlibat mencapai lebih dari 20 orang.
5. Enam Penyelam dan Serpihan Kapal Ditemukan
Pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan menemukan serpihan badan kapal sejauh sekitar 5 nautical mile dari lokasi kejadian. Barang-barang yang ditemukan antara lain tabung gas, puing kapal, serta bagian kamar nakhoda.
Untuk memperluas pencarian bawah laut, enam penyelam profesional dari berbagai asosiasi penyelam di Labuan Bajo diterjunkan, termasuk dari P3Kom, DOCK, dan Gahawisri.
Operasi SAR Masih Berlanjut
Hingga Minggu malam, proses pencarian masih terus dilakukan dengan metode penyisiran laut, pantai, dan penyelaman. Basarnas menyatakan akan terus mengerahkan seluruh kemampuan terbaik demi menemukan empat korban yang masih hilang.
Tragedi KM Putri Sakinah menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran, khususnya di kawasan wisata laut yang rawan perubahan cuaca ekstrem.
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







