Jurnal Pelopor – Timnas Indonesia U-22 harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 dengan Mali U-22 dalam laga uji coba di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (18/11/2025) malam WIB. Laga ini menjadi ujian penting bagi anak asuh Indra Sjafri sebelum berangkat ke SEA Games 2025 Thailand.
1. Gol Perdana Mauro Zijlstra untuk Garuda Muda
Salah satu sorotan terbesar dari pertandingan ini adalah gol perdana yang dicetak Mauro Zijlstra bersama Timnas Indonesia U-22. Penyerang 21 tahun asal FC Volendam itu memecah kebuntuannya usai memanfaatkan umpan silang Hokky Caraka di menit ke-38. Dengan penyelesaian yang tenang, Mauro sukses menggetarkan gawang Mali dan membawa Indonesia menyamakan kedudukan.
Mauro, yang resmi menjadi WNI pada 29 Agustus 2025, sudah lebih dulu mencatatkan tiga caps bersama Timnas Indonesia senior. Namun, gol di Pakansari ini menjadi pembuktian bahwa dirinya mampu memberi warna baru di lini depan kelompok umur. Dengan insting gol yang kuat dan postur ideal sebagai target man, Mauro kini jadi opsi penting bagi Indra Sjafri.
Gol ini juga menambah kepercayaan diri Garuda Muda setelah tertinggal lebih dulu melalui gol Sekou Kone, wonderkid milik Manchester United.
2. Penampilan Lebih Solid dan Agresif
Berbeda dengan pertemuan pertama yang berakhir 0-3, Timnas Indonesia U-22 tampil jauh lebih solid pada laga kedua ini. Sejak menit awal, Garuda Muda bermain agresif, melakukan tekanan tinggi, dan mencoba mengontrol permainan. Perubahan pendekatan ini tampak berhasil meski mereka kembali kebobolan lewat aksi Sekou Kone pada menit ke-11.
Indonesia kemudian bangkit dan menunjukkan karakter yang kuat. Selain gol Mauro, Rafael Struick mencetak gol kedua pada menit ke-52 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Mali. Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama karena Kone kembali membuat gol balasan di menit ke-70.
Meski kembali kebobolan dua kali, intensitas dan keberanian Indonesia jauh lebih baik dibanding laga sebelumnya. Performa ini menjadi sinyal positif bahwa tim mulai menemukan ritme permainan.
3. Modal Berharga Jelang SEA Games 2025
Dua laga uji coba melawan Mali memberikan banyak pelajaran bagi Timnas Indonesia U-22. Meski belum meraih kemenangan, evaluasi yang diperoleh sangat krusial untuk mematangkan persiapan menuju SEA Games 2025 Thailand, yang berlangsung pada 3–18 Desember mendatang.
Indonesia tergabung di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura. Sebagai juara bertahan SEA Games 2023, ekspektasi publik tentu tinggi. Dengan kembalinya beberapa pemain abroad seperti Ivar Jenner dan Rafael Struick, serta kemunculan talenta baru seperti Mauro Zijlstra, Indonesia memiliki modal berharga untuk mempertahankan emas.
Uji coba ini juga membantu pelatih Indra Sjafri menilai kedalaman skuad, menemukan kombinasi ideal, dan memperbaiki lini belakang yang masih terlihat rapuh. Jika konsistensi permainan terus meningkat, peluang Indonesia untuk bersinar di Thailand sangat terbuka.
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






