Jurnal Pelopor – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, memimpin apel pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa (BEM UI) di depan Mabes Polri pada Jumat (27/2/2026). Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas atas tewasnya siswa Arianto Tawakal (14) akibat penganiayaan oleh anggota Brimob di Maluku.
Untuk mengawal jalannya aksi, Kapolda mengeluarkan 18 instruksi penting (direktif) yang wajib dipatuhi oleh 3.992 personel gabungan.
18 Instruksi Kapolda Metro Jaya
Kapolda menekankan bahwa pengamanan harus dilakukan secara humanis, sabar, dan terukur. Berikut adalah poin-poin krusial dari direktif tersebut:
A. Pengawasan dan Dokumentasi (Intelijen)
-
Rekam Narasi: Intelijen wajib mendokumentasikan seluruh narasi di lapangan, baik berupa gerakan, orasi, maupun tulisan di spanduk.
-
Deteksi Dini: Mempelajari detail titik kumpul, kendaraan yang digunakan, hingga fasilitas umum yang dipakai massa.
B. Kendali Pasukan dan Senjata (Satu Komando)
-
Penggunaan Gas Air Mata: Penggunaan gas air mata hanya boleh dilakukan atas perintah langsung Kapolda Metro Jaya.
-
Disiplin Perimeter: Anggota di dalam gedung Mabes Polri dilarang keluar area; fokus pada penjagaan perimeter.
-
Pemeriksaan Alat: Pengetatan pemeriksaan alat khusus (alsus) sebelum pasukan diterjunkan.
C. Tindakan di Lapangan (Reserse & Dalmas)
-
Alat Berbahaya: Personel reserse diminta segera mengamankan peserta yang membawa alat berbahaya secara tim, bukan perorangan.
-
Dilarang Arogan: Anggota dilarang bersikap agresif atau mudah terpancing emosi. Fokus pada tindakan persuasif.
-
Hindari Killing Zone: Pasukan dilarang terjebak dalam tempat yang berisiko tinggi (killing zone).
Tuntutan BEM UI dalam Aksi Solidaritas
Aksi mahasiswa ini merupakan respons terhadap kekerasan aparat yang mencederai keadilan publik. Ada lima tuntutan utama yang dibawa:
-
Hukuman Berat: Mendesak pidana seberat-beratnya bagi polisi pembunuh Arianto Tawakal.
-
Copot Jabatan: Meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Maluku dicopot dari jabatannya.
-
Bebaskan Tapol: Pembebasan tahanan politik yang dikriminalisasi.
-
Jabatan Sipil: Menuntut penarikan Polri dari jabatan-jabatan sipil.
-
Reformasi Polri: Menagih hasil konkret reformasi struktural, kultural, dan instrumental dari Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Data Teknis Pengamanan
| Aspek | Detail |
| Total Personel | 3.992 Personel (Polda Metro & Polres Jajaran) |
| Lokasi Utama | Depan Mabes Polri, Jakarta Selatan |
| Pendekatan | Humanis dan memperhatikan Hak Asasi Manusia (HAM) |
| Lalu Lintas | Rekayasa arus dilakukan secara situasional (menyesuaikan kondisi lapangan) |
Kapolda Metro Jaya tampak sangat berhati-hati dalam menangani aksi ini, mengingat isu yang diangkat sensitif (kekerasan oknum Polri). Instruksi “satu komando” untuk penggunaan gas air mata dan perintah merekam narasi lapangan menunjukkan upaya Polri untuk memitigasi bentrokan sekaligus mengumpulkan bukti autentik jika terjadi pelanggaran hukum selama demo berlangsung.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







